Pemkab Majalengka Klaim Kasus Covid dan Pasien Meninggal Turun saat PPKM Darurat

Inin nastain ยท Rabu, 28 Juli 2021 - 14:11:00 WIB
 Pemkab Majalengka Klaim Kasus Covid dan Pasien Meninggal Turun saat PPKM Darurat
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Harizal Harahap. (Foto: MPI/Inin Nastain)

MAJALENGKA, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mengklaim kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien meninggal selama PPKM Darurat mengalami penurunan. Hal tersebut seiring dengan data harian yang dirilis Satgas pada periode pemberlakuan PPKM tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Harizal Harahap, mengatakan, pada pekan pertama pemberlakukan PPKM Darurat lalu, temuan kasus terkonfirmasi positif mengalami lonjakan yang tinggi. Namun, di masa akhir pemberlakuan PPKM Darurat, sebelum akhirnya berganti nama dengan istilah level, kasus tersebut bisa ditekan.

“Pada penerapan PPKM tahap awal tanggal 3 sampai 15 Juli masih belum turun, malah cenderung agak naik. Tapi setelah tanggal 20 ke sini, sudah mulai turun. Contoh kematian tanggal 20 itu 18 sampai 20 per hari. Setelah tanggal 20 ke sini mulai landai, sekarang sudah stabil di angka 6 per hari,” kata dia saat launching vaksinasi anak di Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo, Desa Pasirayu, Kecamatan Sindang, Rabu (28/7/2021).

Terkait adanya anggapan bahwa penurunan kasus itu dipicu adanya pelonggaran pelaksanaan tes, baik antigen maupun PCR, Harizal menepisnya. Dia justru beranggapan menurunnya tes seiring dengan turunnya temuan kasus.

“Jadi kalau sekarang test antigen dan PCR menurun, ya mungkin karena temuan kasusnya juga menurun. Kontak eratnya juga menurun,” ujar dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, sesuai panduan, ada beberapa kelompok yang harus menjalani pemeriksaan antigen dan PCR. Selain kontak erat, jelas dia, mereka yang bergejala pun harus menjalani tes.

“Semua yang disebut gejala, itu harus dites. Yang kedua, otomatis yang kontak erat. Yang kontak erat itu, satu terkonfirmasi, kontak erat minimal 15 orang diperiksa. Semua yang TBC itu kita lakukan tes juga,” tutur dia.

Sementara, Kabupaten Majalengka sendiri ditarget melakukan tet sebanyak 2.630 per hari. Diakui Kadinkes, hingga saat ini target tersebut belum bisa terpenuhi. “Kendalanya, alat tes antigen terbatas,” ucap dia.

Editor : Asep Supiandi