get app
inews
Aa Text
Read Next : Presiden Jokowi: Hukum Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santriwati di Bandung Seberat-beratnya

9 Bayi dari Santriwati Korban Pemerkosaan Dapat Bantuan dari Presiden Jokowi

Rabu, 15 Desember 2021 - 21:09:00 WIB
9 Bayi dari Santriwati Korban Pemerkosaan Dapat Bantuan dari Presiden Jokowi
Ketua P2TP2A Kabupaten Garut Diah Kurniasari. (Foto: ANTARA)

GARUT, iNews.id - Sembilan bayi yang dilahirkan oleh delapan santriwati korban pemerkosaan Herry Wirawan (36), mendapatkan bantuan dan uang tunai dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bantuan disalurkan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Perlidungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Garut.

Diketahui, delapan santriwati telah melahirkan sembilan anak akibat ulah bejat Herry Wirawan, oknum ustaz atau guru Ponpes Tahfiz Madani Boarding Cibiru dan Manarul Huda Antapani, Kota Bandung. Pemerkosaan berlangsung selama lima tahun, sejak 2016 sampai 2021.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlidungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Garut Diah Kurniasari mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Disdukcapil Garut memberikan hak anak yaitu akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA). 

"Akta kelahiran dan KIA itu diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga sebagai pemenuhan atas hak anak. Sedangkan kami menyerahkan bingkisan dan uang tunai titipan Pak Presiden kepada para korban," kata Ketua P2TP2A Garut.

Saat ini, ujar Diah Kurniasari, memastikan kondisi santriwati korban kebiadaban Herry Wirawan, membaik. Terkait pendidikan, para santriwati akan mengikuti ujian kesetaraan atau kejar paket pada Januari 2022 mendatang.

"Rata-rata mereka (santriwati korban) mau menyelesaikan sekolah. Mereka akan mengikuti kejar paket pada Januari 2022 karena usia dan ijazah SD, SMP gak ada," ujar Diah Kurniasari.

Ketua P2TP2A Garut berharap dengan terungkapnya kasus itu, korban lain yang telah mengalami kekerasan seksual berani melapor sehingga dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait dalam hal ini kepolisian. "Mudah-mudahan ke depan, apapun permasalahannya, anak-anak yang menjadi korban berani melapor," tutur Ketua P2TP2A Garut.

Diberitakan sebelumnya, 13 santriwati Ponpes TM Boarding School dan Ponpes MH Antapani, Kota Bandung, jadi korban pemerkosaan oleh Herry Wirawan, guru atau ustaz di lembaga pendidikan itu. Para korban umumnya mau dibawa ke Kota Bandung oleh pelaku karena diiming-iming sekolah gratis.

Sebagian besar para korban berasal dari daerah terpencil di selatan Kabupaten Garut. Untuk menuju rumah salah seorang korban kurang lebih membutuhkan waktu tujuh jam dari kota karena medan yang cukup sulit. 

Kades Hikmat mengatakan, anak-anak tersebut mau ke Bandung karena diiming-imingi sekolah atau pesantren gratis. Selain itu pesantren juga disebut bagus.

"Si Herry (pelaku Herry Wirawan) itu istrinya punya saudara nikah dengan warga saya. Kasih tahu bahwa ada pesantren gratis. Mendengar itu dan diiming-iming pesantren bagus, makanya semangat mau sekolah ke sana," kata Hikmat kepada anggota DPR RI Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu.

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut