8 Tempat Bersejarah di Bandung, Nomor 2 Mengingatkan Pertempuran Terhadap Invasi Belanda

Amelia Ayu Aldira · Jumat, 30 September 2022 - 16:30:00 WIB
8 Tempat Bersejarah di Bandung, Nomor 2 Mengingatkan Pertempuran Terhadap Invasi Belanda
Tempat bersejarah di Bandung memiliki sejuta cerita yang membuat penasaran untuk berkunjung. (Foto: bandung.go.id).

BANDUNG, iNews.id -  Tempat bersejarah di Bandung memiliki sejuta cerita yang membuat penasaran untuk berkunjung. Tak hanya wisata kulinernya yang terkenal, tempat-tempat sejarahnya juga menjadi saksi Kemerdekaan Indonesia.

Kota yang dijuluki Kota Kembang ini tidak berhenti membuat para wisatawan terkagum-kagum dengan wisata sejarahnya. Memiliki wisata sejarah dapat menjadi alternatif  mengisi waktu liburan saat ke Kota Bandung. 

Simak tempat bersejarah di Bandung:

1. Gedung Sate

Menyimpan banyak berbagai bagian sejarah dari Kota Bandung. Gedung Sate dibangun dengan tujuan sebagai identitas dari Kota Bandung serta lambang di Jawa Barat yang memiliki nilai historis tinggi. 

Gedung sate didirikan pada 1920, awalnya sebagai departemen Verkeer en Waterstaat (Departemen Pekerjaan Umum dan Pengairan) bersamaan dengan pembangunan gedung Hoofdbureau Past Telegraaf en Telefoondienst (Pusat Pos, Telegraf dan Telepon) di sisi timur laut gedung.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Johanna Catherina, putri sulung B. Coops, Wali Kota Bandung saat itu dan Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia diwakili oleh Petronella Roelofsen. Pada 3 Desember 1945, terjadi peperangan antarpemuda Indonesia yang berusaha mempertahankan gedung dari serangan Gurkha Inggris. 

Tujuh pemuda gugur dalam insiden tersebut. Untuk menghormati jasa mereka, 3 Desember ditetapkan sebagai Hari Bakti Amal oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Kemudian, pada 1945 gedung tersebut digunakan sebagai kantor pusat pekerjaan umum dan pada 1980 digunakan sebagai Kantor Pemerintahan Provinsi Jawa Barat hingga saat ini. 

2. Monumen Bandung Lautan Api

Dibangun untuk memperingati peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api yang terjadi pada 23 Maret 1946 ketika penduduk Kota Bandung berperang melawan invasi Belanda kedua.

Orang-orang Bandung dan para pejuang membakar rumah-rumah mereka dan meninggalkan kota menuju pegunungan di selatan Belanda.

Tujuannya untuk mencegah Sekutu dan NICA Belanda (Netherlands Indian Civil Administration) menggunakan Bandung sebagai markas militer strategis dalam perang Kemerdekaan Indonesia. Monumen Bandung Lautan Api memiliki tinggi 45 meter dan terdiri dari sembilan bidang. 

Terdiri dari tiga bambu yang menyala, bangunan ini berwarna emas dan menjulang di atas 16 hektare. Karya tersebut dirancang oleh seniman kontemporer dan mantan dosen seni rupa ITB Sunaryo Soetono yang memenangkan kompetisi merancang Monumen Bandung Lautan Api pada 1984. 

Monumen ini berlokasi strategis di pusat Kota Bandung dan mudah dijangkau dengan transportasi umum seperti bus dan angkutan kota. 

3. Gedung Indonesia Menggugat

Bangunan tersebut menjadi monumen budaya warisan bersama pada 2002 karena inisiatif dan upaya almarhum Letnan Jenderal Purnawirawan Mashudi. 

Upaya tersebut didukung oleh aktivis pemuda serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat. Pada 2004-2005, pemerintah Provinsi Jawa Barat memulai Yayasan Universitas Siliwangi melaksanakan pekerjaan restorasi sebagai penerima hibah dan penanggung jawab.

Gedung Indonesia Menggugat saat ini digunakan untuk menyelenggarakan berbagai acara dalam bentuk seminar, dialog, pameran, pertunjukan, pemutaran film, publikasi, pemetaan, penelitian, aksi solidaritas, lokakarya dan pelatihan, catatan sosial, festival rakyat dan lain lain.

Bangunan bersejarah yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 5 Bandung ini akan diaktifkan kembali pada 2017. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Pelestarian Cagar Alam Budaya dan Permuseuman.

4. Museum Mandala Wangsit Siliwangi

Merupakan museum senjata yang terletak di Bandung, Jawa Barat. Nama siliwangi merupakan pendiri Kerajaan Pajajaran dengan kekuasaan tak terbatas. 

Raja dikatakan arif dan bijaksana serta memiliki wewenang untuk mengarahkan roda pemerintahan, namun tujuan dari museum ini untuk menyampaikan pesan, petunjuk atau nasihat dari para pejuang masa lalu kepada generasi yang akan datang melalui benda-benda yang dimerdekakannya.

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: