Samsa, selaku kuasa hukum menunjukkan surat agar ke DPR ikut andil dalam mendorong pengungkapan kasus pembunuhan Evi Novianti. (Foto: iNews.id/Ricky Susan)
Ricky Susan

CIANJUR, iNews.id - Kasus dugaan pembunuhan yang menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) Evi Novianti asal Kabupaten Cianjur, hingga kini masih belum menemukan titik terang. Assosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Kabupaten Cianjur, mendorong Komisi IX DPR untuk ikut andil menyelesaikan pengungkapan kematian pekerja tersebut.

Divisi Hukum DPC Astakira Kabupaten Cianjur, Samsa mengatakan, sudah dua tahun proses penanganan kasus dugaan pembunuhan PMI Evi Novianti yang sebelumnya terkendala kelengkapan data korban. 

"Jadi, penanganan kasus Evi Novianti PMI asal Ciranjang hingga saat ini masih berproses. Hal tersebut sebelumnya ada kekurangan perlengkapan data dari korban," kata Samsa, kepada wartawan, Kamis (31/03/2022). 

Samsa mengatakan, Astakira Cianjur mendorong ke KBRI di Arab Saudi agar kasus yang menimpa Evi Novianti segera terselesaikan.

"Selain agar kasusnya bisa segera selesai, juga hak-hak dan kewajiban korban yakni Evi Novianti bisa diselesaikan," katanya.

Sekadar diketahui, Evi Novianti bekerja di Arab Saudi sejak 2009 lalu. Sementara, pada tanggal 26 Maret 2020, Evi ditemukan meninggal dunia dengan ditemukan ada luka lebam di wajah, yang ditemukan di area parkiran rumah sakit, atau sekitar 500 meter dari kota Riyadh.

Sejak bekerja hingga meninggal, korban sudah bekerja selama 10 tahun 6 bulan. Namun, sejak saat itu, korban belum pernah menerima gaji dari majikannya.

Ketua DPC Astakira Kabupaten Cianjur, Ali Hildan mengatakan, setelah pihaknya penerima laporan dua tahun lalu kasus adanya dugaan pembunuhan terhadap satu Evi Novianti asal Ciranjang, hingga saat ini masih berproses. 

"Jadi, kami dari Astakira Cianjur sudah berkirim surat permohonan ke Komisi IX DPR untuk mendorong kasus dugaan pembunuhan terhadap PMI Evi Novianti asal Ciranjang," kata Ali. 


Menurutnya, Evi Novianti bekerja di negara penempatan Arab Saudi kurang lebih sudah 10 tahun lamanya. 

"Tentunya selama bekerja menjadi PMI di Riyadh Arab Saudi Evi Novianti pasti punya harta benda peninggalan semasa hidupnya, selain itu punya gaji yang memang belum terbayarkan," katanya. 

Pihak keluarga korban, sudah menyerahkan sepenuhnya kasus PMI atas nama Evi Novianti tersebut ke Astakira Cianjur. 

"Kami sudah melayangkan gugatan ke Pemerintah Arab Saudi sebesar Rp15 miliar," ucapnya. 




Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT