Nurhalimah dikabarkan hilang kontak setelah bekerja di Arab Saudi. (Foto: iNews.id/Ricky Susan)
Ricky Susan

CIANJUR, iNews.id - Nurhalimah Binti Obar (26), Tenaga Kerja wanita (TKW) asal Kampung Cibodas RT 001/001, Desa Kamurang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, hilang kontak selama tiga tahun. Saat ini, keluarga pun berharap Nurhalimah yang disebut-sebut bekerja di Arab Saudi itu segera ditemukan.

Berdasarkan informasi, Nurhalimah berangkat menjadi TKW pada 2019 melalui penyalur berinisial IS, asal Rancagoong Cianjur. Pekerja Migran Indonesia itu pernah memberi kabar kepada keluarganya satu kali setelah satu bulan berada di Arab Saudi, tepatnya di kota Riyadh.

Namun, sejak saat itu hingga sekarang TKW asal Cianjur tersebut tidak pernah memberikan kabar, bahkan keluarga tidak tahu keberadaannya.

"Adik saya memberi kabar ke pihak keluarga satu bulan sudah bekerja. Namun dari saat itu sampai sekarang hilang kontak," ujar Budi Hartono (30), kakak kandung Nurhalimah kepada wartawan.

Dengan tekad kuat, Budi terus berupaya untuk mencari keberadaan adiknya, meski hanya berbekal foto, KTP, dan KK. "Saya yakin adik saya masih hidup," ucap dia sembari berurai air mata.

Budi berharap, pemerintah Indonesia terutama Raja Salaman agar adiknya itu bisa secepatnya ditemukan.

"Saya berharap kepada pemerintah dan Raja Salman bisa membantu melacak adik saya di Arab saudi," harapnya.

Sementara itu, Divisi Hukum DPC Astakira Cianjur, Samsa mengatakan, kasus serupa PMI asal Cianjur yang mengalami hilang kontak di negara penempatan banyak sekali. "Banyak PMI asal Cianjur yang hilang kontak," katanya.

Samsa menjelaskan, kaitan dengan PMI Nurhalimah, pihak keluarga tidak tahu persis alamat dari calo atau pemproses tersebut. Bahkan lanjut dia, ini yang menjadi kendala pelacakan lantaran Kaka kandungnya yang sekarang memberikan kuasa ke Astakira Cianjur hanya mempunyai data KK, KT dan foto yang bersangkutan.

"Terkendala dengan data kelengkapan. Tapi kami akan terus berupaya." ujarnya.

Astakira Cianjur berharap, pemerintah daerah agar bisa campur tangan kaitan dengan permasalahan PMI asal Cianjur jadi bukan kaitan legal apa ilegal, tapi ini kewajiban bersama dan kemanusiaan.

"Ya, berharap pemda betul-betul campur tangan terkait dengan penanganan permasalahan PMI," ucapnya. 




Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT