Bila mudik tetap dilakukan, tutur Kang Emil, yang paling rawan tertular Covid-19 adalah para lansia di kampung halaman. Dia mengingatkan peristiwa tahun lalu dimana warga Ciamis meninggal setelah dikunjungi anaknya yang mudik dari Jakarta. "Yang paling rawan adalah lansia, kami tidak mau terulang lagi seperti kasus mudik di Ciamis tahun lalu," tutur Kang Emil.
Saat ini, sosialisasi, edukasi, dan strategi komunikasi sedang dijalankan melalui berbagai saluran media untuk menanamkan kesadaran tidak mudik dan jika memaksa akan berbahaya. "Sosialisasi larangan mudik akan makin gencar," ucap Kang Emil.
Meski begitu, jika ada pemudik yang lolos penyekatan dan sampai ke kampung halamannya, dia meminta posko RT/RW/kelurahan/desa memberlakukan karantina selama lima hari. Oleh karenanya, Kang Emil pun meminta agar fasilitas rumah isolasi harus benar-benar siap digunakan.
"Saya titip ke camat dan disampaikan lagi ke kepala desa. Pastikan, kalaupun ada pemudik yang bocor, tolong fasilitasi karantina lima hari. Apakah itu di SD, rumah warga atau rumah angker sekalipun," kata Gubernur Jabar.
Editor : Agus Warsudi
larangan mudik operasi larangan mudik Pelarangan mudik gubernur jawa barat ridwan kamil gubernur ridwan kamil ridwan kamil akumulasi covid Cegah covid COVID-19 Covid-19 India
Artikel Terkait