Neneng, warga Kota Sukabumi bersama pengacara kondang Hotman Paris saat mengadukan kasus ayah tiri perkosa anak yang belum diusut tuntas oleh Polres Sukabumi Kota. (FOTO: ISTIMEWA/INSTAGRAM)
Dharmawan Hadi

SUKABUMI, iNews.id - Ibu korban perkosaan di Sukabumi, Neneng (43) datang ke Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Neneng ingin mengetahui hasil gelar perkara kasus pemerkosaan anaknya oleh ayah tiri.

Saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia (MPI), Neneng mengatakan, datang ke Polda Jabar bersama anak bungsunya menggunakan angkutan umum, bus jurusan Sukabumi-Bandung.

Kabar Polda Jabar melaksanakan gelar perkara hari ini berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari Polres Sukabumi Kota dengan Nomor B/782/IX/2022/Reskrim yang dikirim Satreskrim Polres Sukabumi Kota kepadanya. 

"Iya, hari ini saya berangkat ke Polda Jabar, naik bus hanya bawa anak saya yang paling kecil. Saya hanya ingin pelakunya ditangkap. Saya akan terus menuntut keadilan," kata Neneng kepada MPI, Rabu (21/9/2022). 

Sementara itu Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, benar akan ada gelar perkara kasus dugaan perkosaan seorang anak oleh ayah tirinya yang terjadi di Kota Sukabumi tersebut.

"Iya ada gelar perkara hari ini. Secara umum kasus tersebut tetap ditangani oleh Satreskrim Polres Sukabumi Kota. Akan tetapi, Polda Jabar memberikan atensi terkait materi hukum dan progres penyidikan," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo. 

Kombes Pol Ibrahim Tompo menyatakan, kasus dugaan pemerkosaan itu  tetap diproses oleh Polres Sukabumi Kota, namun diatensi oleh Polda Jabar untuk dicek, baik materi hukum maupun progres penyidikannya. 

Gelar perkara yang dilakukan penyidik di Polda Jabar hari ini, ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo, masih bersifat internal dan yang dihadirkan dalam gelar perkara itu internal penyidik Polres Sukabumi Kota dan Polda Jawa Barat. 

"Tidak ada undangan (kepada penggugat) dan tidak diikutsertakan dalam gelar perkara karena ini progres internal," ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo. 

Sebelumnya diberitakan, merasa tidak mendapatkan keadilan, seorang ibu di Sukabumi, Neneng (43) mengadu kepada pengacara kondang Hotman Paris dengan sengaja datang ke Kopi Joni, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (17/9/2022).

Langkah itu dilakukan Neneng karena kasus ayah tiri memperkosa anak tidak diusut tuntas oleh polisi. Sampai saat ini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus itu. Padahal ayah tiri terindikasi kuat memperkosa anaknya itu. 

"Salam Hotman 911 di Kopi Joni. Pagi ini tanggal 17 September 2022 datang ke Hotman 911, ibu Neneng warga Sukabumi Kota. Bapak Kapolda Jawa Barat dan Kapolres Sukabumi Kota, di sini ada warga mu yang telah membuat laporan polisi tanggal 23 Mei 2022. Katanya diduga putrinya diperkosa oleh suaminya, jadi suami memperkosa putri tirinya," kata Hotman Paris dalam unggahan instagram pribadi. 

Hotman Paris menyatakan, kejadian perkosaan tersebut terjadi pada April 2022 dan sebelumnya, dan sudah dilaporkan pada Mei 2022 ke Polres Sukabumi Kota. Namun hingga saat ini, belum ada penetapan tersangka.

"Bapak Kapolda Jawa Barat, ini memang kasus kecil, bapak Kapolres Sukabumi Kota ini memang kasus kecil, tapi untuk itulah kita ada, kita ada untuk itu, ini tugas kita," ujar Hotman kembali. 

Sementara itu, Neneng (43) warga Kecamatan gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, yang sudah membuat laporan polisi ke Unit PPA Polres Sukabumi Kota pada 23 Mei 2022 lalu dengan nomer laporan LP/B/193/V/SPKT/ POLRES SUKABUMI KOTA/POLDA JAWABARAT sudah menunggu 4 bulan namun tidak ada jawaban pasti dari Kepolisian. 

"Saya nuntut keadilan, anak saya jadi korban diperkosa ayah tirinya. Saya sudah laporkan ke Unit PPA Polres Sukabumi Kota. Namun sampai sekarang belum ditangkap," kata Neneng. 

Neneng menyatakan bahwa anaknya yang keluar tamat bangku SMP itu, menjadi berinisial T (16) mengaku 12 kali diperkosa oleh ayah tirinya. Bahkan korban, kabur dari rumahnya pada 4 Juli 2022 lalu yang hingga kini keberadaannya belum diketahui.

"Kabarnya pergi ke ayah kandungnya di Jakarta, saya susul tidak ada di tempat tinggal yang dulu, kata keluarga ayah kandungnya itu, mantan suami saya ngontrak dan tidak tahu dimana," ujar Neneng.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT