Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah menginterogasi pelaku NR yang menjual korban NN ke UEA. (FOTO: HUMAS POLRES SUKABUMI)
Dharmawan Hadi

SUKABUMI, iNews.id - Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dialami seorang perempuan sedang hamil di Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Korban NN dipaksa bekerja di Uni Emirat Arab (UEA) dan diancam bayar Rp20 juta jika tidak berangkat. 

Kasus TPPO ini berhasil dibongkar oleh petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi. Pelaku, berinisial NR, yang berperan sebagai perekrut tenaga kerja, berhasil diringkus.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah yang mengatakan tersangka NR menipu korban NN, warga Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang dijanjikan bekerja di Uni Emirat Arab sebagai pembantu rumah tangga.

"Peristiwa itu terjadi pada Desember 2020. NN meminta bantuan kepada NR agar bisa bekerja di luar negeri. Saat itu NR menyanggupi permintaan NN untuk bisa memberangkatkannya dengan gaji sekitar 1.200 Dirham," kata Kapolres Sukabumi saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi, Rabu (23/8/2022).

Sebelum berangkat, ujar Dedy, NN sempat menolak karena baru mengetahui sedang hamil. Namun pelaku NR mengancam NN harus membayar ganti rugi biaya administrasi sebesar Rp20 juta jika NN tidak berangkat ke Uni Emirat Arab. 

"Akhirnya korban pun terpaksa berangkat dalam kondisi hamil. Namun seiring waktu, yang bersangkutan sudah berada di Uni Emirat Arab tetapi selama di sana (UEA) tidak mendapatkan gaji sama sekali. Bahkan NN mendapat tindak kekerasan dari majikannya," ujar AKBP Dedy Darmawansyah. 

Akhirnya, tutur Kapolres Sukabumi, korban meminta pulang ke Indonesia dan permintaannya tersebut difasilitasi oleh kepolisian setempat yang berkoordinasi dengan Mabes Polri. Akhirnya korban NN dapat kembali ke Tanah Air.  

"Unit PPA Satreskrim yang menerima laporan dan menyelidiki kasus TPPO tersebut. Lalu menetapkan dua tersangka, yakni saudara NR yang perannya merekrut kerja ke luar negeri dan tersangka satu lagi berinisial SM saat ini masih DPO (buron) statusnya," tutur Kapolres Sukabumi.

Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Sukabumi Iptu Bayu Sunarti mengatakan, agen yang memberangkatkan NN tersebut illegal dan telah mendapatkan keuntungan sebesar Rp2 juta setelah memberangkatkan korban NN ke Uni Emirat Arab. 

"Sedangkan untuk keuntungan (gaji) korban, sampai saat ini belum didapat. Sebab, di sana (UEA) korban belum dipekerjakan, malah mendapat siksaan. Tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1), (2) dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 10 atau Pasal 11 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dengan ancaman hukuman 15 tahun," kata Iptu Bayu Sunarti.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT