Bahkan bukan hanya ketua RT dan RW yang terkena dampak, namun staf desa pun ikut terpengaruh. Pasalnya honorariumnya mereka juga bersumber dan mengandalkan dari ADD.
"Tapi mereka tetap bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya, walaupun biaya operasional desa tersendat karena anggaran desa juga bersumber dari ADD," katanya.
Dia berharap pemerintah segera merealisasikan ADD tahap pertama, sebab kasihan sudah lima bulan staf desa RT dan RW belum mendapatkan insentif.
"Mungkin karena ada rasa tanggung jawab, meski belum dapat insentif mereka tetap melakukan pelayanan," ujarnya.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait