Dana insentif bagi para ketua RT dan RW di Kabupaten Bandung Barat belum cair selama lima bulan. (Foto: Ilustrasi)
Adi Haryanto

BANDUNG BARAT, iNews.id - Alokasi Dana Desa (ADD) tahap pertama di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum cair. Akibatnya, para ketua RT dan RW di kabupaten itu belum menerima dana insentif selama lima bulan.

Padahal biasanya ADD tahap satu di KBB selalu cair sekitar bulan Maret atau April. Namun hingga pertengahan tahun ini, anggaran tersebut belum juga masuk ke kas pemerintah desa. 

Ketua Forum Sekertaris Desa (Forsekdes), KBB, Rahmat Kurniawan mengatakan bahwa ADD sangat penting demi berjalannya operasional  pemerintahan di desa. Sehingga ketika belum turun berdampak ke turunan operasional di lapangan.

"Bagi kami ADD sangat penting karena dalam penganggaran ADD biasanya hampir tiap desa mengalokasikan untuk kepentingan ATK desa, honor staf desa, insentif RT dan RW," katanya, Selasa (31/5/2022).

Akibat kendala tersebut, kata dia, maka program kegiatan di 165 desa yang ada di KBB tidak berjalan sesuai perencanaan desa yang telah di tetapkan dalam Musyawarah Desa (Musdes). 


Bahkan bukan hanya ketua RT dan RW yang terkena dampak, namun staf desa pun ikut terpengaruh. Pasalnya  honorariumnya mereka juga bersumber dan mengandalkan dari ADD.

"Tapi mereka tetap bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya, walaupun biaya operasional desa tersendat karena anggaran desa juga bersumber dari ADD," katanya. 

Dia berharap pemerintah segera merealisasikan ADD tahap pertama, sebab kasihan sudah lima bulan staf desa RT dan RW belum mendapatkan insentif. 

"Mungkin karena ada rasa tanggung jawab, meski belum dapat insentif mereka tetap melakukan pelayanan," ujarnya. 


Salah seorang staf desa, Agus mengaku, hanya pasrah karena belum menerima honor. Sementara itu untuk dapat bertahan hidup dirinya melakukan kerja sampingan yang halal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

"Ya terpaksa harus kerja sampingan, kalau udah kerja di desa sebagai pelayan masyarakat," katanya. 


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT