Massa poendukung dan penentang Menag Yagut Cholil Qoumas berunjuk rasa di Balaikota Cirebon. Kedu kubu sama-sama menyampaikan aspirasi tanpa menimbulkan gesekan. (Foto: iNews.id/Hasan Hidayat)
Miftahudin, Hasan Hidayat

CIREBON, iNews.id - Dua massa pro dan kontra terhadap pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berunjuk rasa di Balaikota Cirebon, Selasa (1/3/2022). Kedua massa ini sama-sama menyuarakan aspirasinya secara berbeda, mendukung dan mendesak Menag Yaqut dipecat gegara soal pengaturan pengeras suara azan

Beruntung dengan kesigapan aparat kedua kubu berseberangan ini tidak terjadi bentrokan. 

Aksi massa dimulai dengan melakukan longmarch dari depan Masjid Atakwa menuju Balaikota Cirebon. Sambil membentangkan sejumlah poster, massa mengecam pernyataan Menag Yaqut yang membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing. Untuk itu massa meminta agar Menag dipecat.

Selain berorasi, massa juga meminta kepada pearwakilan DPRD Kota Cirebon, agar menyampaikan tuntutan aspirasi mereka ke pemerintah pusat.Sebab atas tindakan Menag sehingga membuat suasana menjadi gaduh.

Ketua Forum Umat Islam (FUI) Ciayumajakuning Ustaz Almarwi menyampaikan, pernyataan Menag Yaqut harus dipertanggungjawabkan. Untuk itu mereka ingin jabatan Yaqut sebagai Menag dicopot.

"Kami merasa kecewa atas ucapan yang disampaikan Menag, dalam kalimatnya suara azan disamakan dengan suara gongongan anjing," kata Almarwi di sela aksi.


Sementara itu, massa lainnya yang mengatasnamakan Aksi Jaga Toleransi Islam, aksinya terhenti di Jalan Kartini karena diadang petugas lantaran tidak diperbolehkan memasuki kawasan Jalan Siliwangi Kompleks Balaikota Cirebon.

Langkah pengadangan yang dilakukan polisi untuk mengantisipasi kemungkinan ada gesekan antarmassa yang saling menyuarakan aspirasi berbeda.

Massa akhirnya diperbolehkan masuk ke kawasan Jalan Siliwangi depan Balaikota Cirebon, setelah massa sebelumnya sudah membubarkan diri.

Dalam tuntutanya massa meminta kepada umat Islam agar tidak terpancing dan terprovokasi terhada isu yang justru memecah belah umat Islam.

Apalagi statemen Menag yang selama ini dipersoalkan adalah tidak berdasar. Karena hanya melihat video yang sebelumnya sudah diedit sedemikian rupa.


Sekretaris GP Anshor Kabupaten Cirebon, Aan Anwarudin mengungkapkan, kedatangannya ke depan Balai Kota Cirebon sebagai bentuk dukungan terhadap Gus Yaqut.

Menurutnya, ini bentuk aksi jaga toleransi, karena Gus Yaqut adalah simbol toleransi hari ini.

"Kami tidak mungkin membiarkan Gus Yaqut sendiri," ucap Aan.

Seusai puas berorasi massa kemudian membubarkan diri. Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT