Petugas Satreskrim Polres Kuningan saat menggerebek gudang BBM ilegal di Cigandamekar. (FOTO: iNews/MIFTAHUDIN)
Miftahudin

KUNINGAN, iNews.id - Sebuah rumah yang dijadikan gudang bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Desa Cibuntu, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan digerebek petugas Satreskrim Polres Kuningan. Dari penggerebekan ini, petugas mengamankan 11 ton solar bersubsidi.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (5/6/2022) dini hari ini viral setelah video amatir berisi rekaman saat petugas datang dan menggerebek gudang BBM ilegal itu, beredar di media sosial. Dalam rekaman terlihat sejumlah petugas merangsek masuk dan memeriksa beberapa sudut rumah.

Di tempat penyimpanan solar, petugas mendapati  sejumlah drum, jeriken, dan bak penyimpanan solar. Dari dalam gudang itu, petugas juga mendapatkan barang bukti 11 ton solar. Petugas juga mengamankan BS, pemilik gudang BBM ilegal tersebut.

Wakapolres Kuningan Kompol Samsul Bagja Bakhtiar mengatakan, dari hasil pemeriksaan, pelaku BS mengaku, BBM bersubsidi jenis solar itu akan dijual ke beberapa home industri dengan harga lebih mahal.

Untuk mendapatkan belasan ton solar tersebut, kata Wakapolres Kuningan, pelaku BS bekerja sama dengan anak buahnya menggunakan kartu solar bersubsidi. "Mereka bergantian membeli solar di salah satu SPBU. Dalam sekali pembelian, pelaku mendapatkan 30 liter solar hingga terkumpul 11 ton," kata Wakapolres Kuningan.

Kompol Samsul Bagja Bakhtiar menyatakan, penggerebekan dilakukan setelah petugas Satreskrim Polres Kuningan menerima informasi dari masyarakat. Informasi itu ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan, di rumah BS jadi gudang BBM ilegal. "Petugas lalu menggerebek tempat tersebut," ujar Kombes Samsul Bagja Bakhtriar.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, tutur Wakapolres Kuningan, untuk sementara barang bukti solar ilegal diamankan di Mapolres Kuningan. Sedang pelaku BS akan dijerat Pasal 55, 23, dan 53 Undang-undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

"Kami masih mendalami kasus ini dan memburu satu pelaku lain yang identitasnya telah diketahui," ujar Wakapolres Kuningan.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT