Gadis berusia 17 tahun di Cigandamekar, Kabupaten Kuningan jadi korban kebejatan ayah tiri. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Yudi Sudirman

KUNINGAN, iNews.id - DS (36), warga warga Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, ditangkap polisi setelah dilaporkan istrinya ke Polres Kuningan. Pria tersebut diduga menggahi anak tirinya yang masih belia, berusia 17 tahun, berkali-kali.

Terkuaknya kelakuan bejat DS, bermula dari pengakuan korban saat didesak oleh N (ibu kandung), yang memang sudah lama menaruh curiga. Sebab bukan sekali sang ibu mendapati pelaku menyentuh bagian sensitif tubuh korban, seperti bagian dada.

Setelah mendapat pengakuan dari korban, N langsung menanyakan perihal yang sama kepada suaminya DS. Setelah didesak akhirnya DS berterus terang telah menyetubuhi korban berkali-kali menyetubuhi anak tirinya.

N, sang istri yang mendengar pengakuan itu geram lalu melapor ke Polres Kuningan walaupun DS telah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan bejatnya itu lagi.

Tanpa mempedulikan permohonan maaf DS, akhirnya dengan ditemani paman korban, N langsung melaporkan suaminya DS ke kepolisian.

Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda melalui Kasat Reskrim AKP M Hafid Firmansyah membenarkan Polres Kuningan menerima laporan tindakan asusila yang diduga dilakukan DS terhadap anak tirinya pada Jumat (9/9/2022).

Berdasarkan laporan itu, petugas Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Kuningan menangkap dan memeriksa pelaku DS. “Dari hasil pemeriksaan, DS mengaku telah berulang kali melakukan pencabulan terhadap anak tirinya itu sejak Juni 2021,” kata Kasatreskrim Polres Kuningan, Senin (10/9/2022).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ujar AKP M Hafid Firmansyah, pelaku DS dijerat Pasal 81 Ayat (1) dan (2) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. “Tersangka DS terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar,” ujar AKP M Hafid Firmansyah.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT