Dandim 0615 Kuningan Letkol Inf Bambang Kurniawan saat memberikan materi bela negara kepada mahasiswa Uniku. (FOTO: YUDI SUDIRMAN)
Yudi Sudirman

KUNINGAN, iNews.id - Dandim 0615 Kuningan Letkol Inf Bambang Kurniawan menyayangkan ucapan anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon saat sidang terbuka DPR RI beberapa waktu lalu menyebut TNI seperti gerombolan, bahkan lebih-lebih dari organisasi kemasyarakatan (ormas). Letkol Inf Bambang Kurniawan menilai tudingan Effendi Simbolon tidak berdasar.

Karena itu, Dandim 0615 Kuningan sangat tidak setuju dengan pernyataan Effendi Muara Sakti Simbolon yang jugamenyebut terjadi disharmonisasi di antara pemimpin Tentara Nasioanl Indonesia (TNI).

“Sebagai pejabat akan lebih elegan dan elite, ketika ungkapan atau pendapat yang disampaikan menggunakan kalimat santun,” kata Dandim 0615 Kuningan di hadapan para mahasiswa saat mengisi materi Bela Negara di Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan (Uniku), Rabu (14/9/2022).

Sejak muncul pernyataan menohok terhadap TNI itu, ujar Letkol Inf Bambang Kurniawan, semua prajurit TNI merasa prihatin. “Tidak hanya para prajurit, rasa sakit dan kecewa itu dirasakan juga keluarga besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI (FKPPI). Para orang tua mereka itu berjasa untuk negara, sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga,” ujar Letkol Inf Bambang Kurniawan.

Dandim 0615 Kuningan menuturkan, TNI selalu taat dan patuh terhadap instruksi pimpinan, tanpa memandang siapapun dia, selama pimpinan itu layak menjadi panutan semua prajurit. 

“Perlu diketahui, dalam satuan TNI semua akan mentaati perintah pimpinan, siapapun pemimpimnya kami akan taat dan pasti meneladaninya, karena jelas para pimpinan TNI pastilah orang hebat yang terpilih untuk bekerja demi negara,” tutur Dandim 0615 Kuningan.

Letkol Inf Bambang Kurniawan mengatakan, salah satu contoh TNI merupakan komponen dipercaya dalam mempertahankan kesatuan NKRI di antaranya dipercaya memberikan pendidikan bela negara di Uniku juga berbagai lembaga di Kuningan.

“Seperti diketahui, bahwa untuk tindakan bela negara itu ada dua kategori dalam tindakan di lingkungan masyarakat, pertama secara fisik, atau ikut berperang dan kedua dengan non fisik, bentuknya dengan mengisi program kemerdekaan, baik sektor pendidikan, ekonomi, dan bidang lainya,” ucap Letkol Inf Bambang Kurniawan.

Jika apa yang disampaikan oleh TNI seperti yang tengah dilakukan saat ini, ujar Dandim 0615 Kuningan, yakni dengan memberikan pembelajaran bagi mahasiswa menjadi manusia-manusia berguna untuk negara.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT