DSA, perempuan yang membuang mayat bayi laki-laki dalam toilet pabrik masih berstatus karyawan PT SLI. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Inin nastain

MAJALENGKA, iNews.id - DSA, perempuan yang membuang bayi laki-laki dalam toilet di pabrik dipastikan masih tercatat sebagai karyawan PT Shoetown Ligung Indonesia (SLI) Majalengka dan berhak dapat gaji. Status karyawan PT SLI itu tetap disandang DSA sampai ada keputusan pengadilan terkait kasus pembuangan bayi tersebut.

Senior Manager Industrial PT SLI Agus Rusyana mengatakan, kasus hukum yang akan dihadapi DSA, tidak menghilangkan statusnya sebagai karyawan. Begitu juga dengan hak-haknya, seperti gaji, tetap akan diberikan.

"Ini (kasus) kan masih dalam proses. Perlu saya tegaskan, yang bersangkutan (DSA) masih karyawan sini (PT SLI). Tentu kami harus memberikan hak-hak karyawan. Karena itu menjadi kewajiban perusahaan," kata Senior Manager Industrial PT SLI.

Hak-hak tersebut, ujar Agus Rusyana, masih harus diberikan oleh perusahaan kepada DSA, sebagaimana karyawan lainnya. Terkait DSA tidak masuk kerja, hal itu juga sebagai salah satu hak yang harus diterima.

"Sesuai undang-undang yang berlaku, sebelum ada keputusan yang inkrah dari pengadilan tetap menjadi karyawan kami. Hak-haknya tetap mendapatkan seperti karyawan kami lain," ujar Agus Rusyana.

"Ya meskipun gak masuk (kerja). Karena gini, walaupun yang bersangkutan tidak melaporkan kehamilannya lalu melahirkan, tetep ada hak cuti, selama 3 bulan tetep diberikan (gaji). Terlepas apa yang dia lakukan, perusahaan tetap harus melindungi hak," tuturnya.

DSA, kata Agus Rusyana, tercatat sebagai karyawan PT SLI sekitar 7 bulan. Sebelumnya, DSA melalui proses percobaan terlebih dulu. "Dia kerja kurang lebih tujuh bulan. Baru diangkat jadi karyawan, setelah masa percobaan selama tiga bulan," ucap Agus Rusyana. 

Diberitakan sebelumnya, PT SLI Majalengka memastikan, ayah kandung bayi malang yang mayatnya dibuang di toilet pabrik, bukan karyawan perusahaan itu. Sampai saat ini, penyidik Polres Majalengka masih menyelidiki kasus untuk mengungkap identitas pria yang menghamili DSA, ibu kandung bayi tersebut.

Senior Manager Industrial PT SLI Agus Rusyana mengatakan, tidak mengetahui latar belakang laki-laki yang harus bertanggung jawab atas kehamilan DSA. "Informasi ini juga harus dikonfirmasi lagi. Yang jelas bukan karyawan kami," kata Senior Manager Industrial PT SLI, Rabu (2/11/2022).

Polres Majalengka saat ini melakukan pengawasan terhadap DSA yang masih dirawat di RSUD Cideres. Petugas masih belum mendapatkan informasi siapa ayah dari bayi malang berjenis kelamin laki-laki itu.

"Kamia akan mengembangkan dari kasus ini untuk mengetahui duduk perkaranya. Namun situasinya, terduga pelaku (DSA) masih dalam kondisi yang kurang baik dan sekarang masih dalam perawatan di rumah sakit. Tentu asal usul dari bayi ini akan kami kembangkan," kata Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT