Menurut Dedi, sejauh ini ada obat yang mampu menyembuhkan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Obat tersebut juga terbukti menyembuhkan dalam waktu cepat dan nihil efek samping.
Meski terbukti menyembuhkan dan minus efek samping, Dedi melihat obat-obatan jenis herbal ini akan menghadapi kendala standarisasi dan menutup harapan bisa diakui oleh lembaga resmi pemerintah.
Kondisi ini dinilainya akan membuat upaya penanganan Covid-19 di Indonesia berjalan lambat, sementara perang melawan Covid-19 membutuhkan sumbangsih dari seluruh lapisan.
"Saya pikir negara hari ini butuh kecerdasan orang untuk berpartisipasi. Saat melawan musuh, itu peluru, peluru habis berkelahi pakai pisau, tapi kalau pakai katapel bisa membunuh, ya tidak masalah kan?" ujarnya.
Karena itu, terhadap obat yang terbukti menyembuhkan dan tanpa efek samping, Dedi menilai, BPOM harus cepat tanggap melakukan analisa dan mengumumkan secara cepat pada khalayak, apakah obat tersebut layak atau tidak dikonsumsi.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait