Dedi sendiri berharap, keberadaan obat herbal seperti HQN1 ini bisa turut mengurangi laju peningkatan kasus Covid-19. Menurutnya obat ini bisa digunakan secara komunal agar pasien Covid-19 tidak perlu dirujuk ke rumah sakit.
"Ini lebih mudah, praktis, daripada harus mengangkut pasien ke rumah sakit, biayanya berapa, kita bisa kirim ini langsung ke rumah, agar pasien tetap berada di rumah," katanya.
Sementara itu, dalam penjelasan mengenai produknya, Gumilar Satriawan mengatakan bahwa HQN1 Probiotix Herbal Tetes adalah cairan yang tersusun dari BacterioPhages dan kimia organik dari fermentasi khusus yang membentuk bio actives dimana masing-masing senyawa tersebut memiliki keunggulan untuk membantu mengatasi penyakit berat dan ringan secara alami.
Menurutnya, HQN1 Probiotix Herbal Tetes mewarisi cara pembuatan nenek moyang Nusantara yang sekarang masih relevan di era medis modern. HQN1 akan berada di sel Imunitas tubuh untuk memperkuat jangkauan dan fagositosis terhadap patogen. Jika terdapat patogen di dalam organ tersebut, maka HQN1 akan mengikat virus/bakteri tersebut untuk dikeluarkan melalui lendir, urine atau feces.
"Jika tetap masih ada sisa patogen berupa virus, bakteri, dan jamur yang jahat tersebut tidak akan menginfeksi di dalam sel tubuh manusia karena sudah inactive," jelasnya.
Dengan mengonsumsi HQN1 Probiotix 2-3 kali dalam sehari, kata Gumilar, bisa menghindarkan pengonsumsinya dari virus bahaya apapun, termasuk Covid-19. Obat ini sudah banyak dijual di marketplace juga melayani pembelian langsung via order online di situs resmi https://hqprobiotik.com.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memberikan ruang dan prosedur yang lebih sederhana pada obat-obatan yang bisa menyembuhkan pasien Covid-19.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait