Korban Brigadir Azis, kata Syafril, datang dengan membawa pentungan lalu mengucapkan kata-kata bernada provokatif. Namun Syafril tak menjelaskan kata-kata provokatif yang dimaksud.
Relawan yang berada di lokasi kejadian, kata dia, menanyakan identitas pria tersebut. Saat itu, korban tak mengaku sebagai polisi. "Di sini saya ingin meluruskan bahwa kejadian itu tidak ada yang namanya penyekapan," kata Syafril kepada wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (15/10/2020).
Kemudian, ujar Syafril, korban kembali menuju gerbang namun ditutup oleh relawan. Lalu, terjadi adu mulut hingga dugaan pemukulan namun tak terjadi penyekapan sebagaimana yang dituduhkan.
"Kalau ada pemukulan dan segala macem mungkin (ada) lah. Menurut Pak Robby bahwa dia melerai itu dan (korban) dibawa keluar. Itu orang (korban Brigpol Azis) sehat dan berjalan dengan baik. Gak ada penyekapan terus disiksa dan segala macam," ujar dia.
Editor : Agus Warsudi
kota bandung polda jabar penyekapan ditreskrimum polda jabar dugaan penyekapan kasus penganiayaan dugaan penganiayaan aksi penganiayaan KAMI Aktivis KAMI
Artikel Terkait