Polwan Polresta Bandung ditemukan tewas di rumahnya setelah beberapa hari tidak ada kabar dan tak melaksanakan tugas. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
Agus Warsudi

BANDUNG, iNews.id - Kasus tewasnya Bripka Ayu Dewi Prasasti, polisi wanita (polwan), membawa duka bagi Polresta Bandung dan jajaran. Almarhumah Bripka Ayu Dewi Prasasti ditemukan meninggal di sofa dalam rumahnya pada Senin (22/8/2022).

Berikut lima fakta peristiwa yang membuat heboh warga Soreang, Kabupaten Bandung dan terjadi saat peringatan HUT ke-74 Polwan itu.

1. Berdasarkan rilis resmi Humas Polda Jabar menyebutkan, penemuan jasad almarhumah Bripa Ayu Dewi Prasasti berawal saat anggota Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polresta Bandung yang dipimpin Kanit Paminal Iptu Asep Suherman P mendatangi rumah Bripka Ayu Dewi Prasasti di Kompleks Soreang Residence Blok C7 Nomor 3 RT 005/016, Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung pada Senin (22/8/2022).

2. Kedatangan anggota Seksi Propam Polresta Bandung untuk mengecek keberadaan Bripka Ayu Dewi Prasasti karena sebelumnya tidak ada kabar dan tidak melaksanakan tugas selama beberapa hari. Setelah sampai di lokasi, kondisi rumah korban terkunci dari dalam.

Kanit Paminal berkoordinasi dengan ketua RT Badarudin dan ketua RW Yanto untuk meminta izin dan menyaksikan proses pembukaan rumah tersebut. Setelah pintu terbuka, Polwan Polresta Bandung Bripka Ayu Dewi Prasasti ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sofa.

Selanjutnya, tim Inafis Satreskrim Polresta Bandung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu, jenazah korban Bripka Ayu Dewi Prasasti dibawa ke RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian korban.

3. Keterangan saksi Badarudin, aktivitas korban terakhir terlihat di sekitar rumah pada 25 Juli 2022. Mobil korban masuk ke area kontrakan dan menghubungi saksi Dedeh untuk memasang kanopi. Esok harinya, 26 Juli 2022, korban memasang kanopi.

Pada 18 Agustus 2022, keluarga korban bersama warga setempat mengecek kontrakan korban melalui jendela di karenakan pintu depan korban terkunci. Namun pintu kamar kontrakan korban tertutup dan tidak ada siapa-siapa.

4. Dari hasil olah TKP,  posisi pintu rumah sudah dalam keadaan terbuka setelah dilakukan upaya pembukaan paksa karena awalnya posisi pintu terkunci dari dalam.

Posisi korban dalam keadaan duduk setengah tertidur, mengenakan baju lengan pendek, dan celana pendek. Telah terjadi tahap pembusukan di seluruh badan korban.

5. Pihak keluarga menolak untuk di lakukan autopsi terhadap korban dan menganggap bahwa kejadian tersebut sebagai musibah serta pihak keluarga sudah mengikhlaskan dengan kejadian tersebut.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT