Waspadai Covid-19, Pemkot Bandung Bakal Dirikan Lagi Posko Check Point seperti PSBB

Antara ยท Selasa, 07 Juli 2020 - 20:30 WIB
Waspadai Covid-19, Pemkot Bandung Bakal Dirikan Lagi Posko Check Point seperti PSBB
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna. (Foto: Antara)

BANDUNG, iNews.id - Penyebaran Covid-19 di Kota Bandung, Jawa Barat, saat ini masih tetap diwaspadai. Bahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana mendirikan kembali posko pemeriksaan atau check point di sejumlah tempat seperti saat masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung akan mendirikan titik pemeriksaan di sejumlah wilayah yang berpotensi terjadinya kerumunan masyarakat. Petugas nantinya akan mencegah warga berkerumun karena berpotensi menyebabkan penyebaran Covid-19.

"Check point untuk imbauan kepada masyarakat, bukan seperti kondisi dulu (saat PSBB). Tempatnya tersebar di tempat yang potensial terjadi kerumunan. Pokoknya kita harus mencegah kerumunan," kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna di Bandung, Selasa (7/7/2020).

Menurutnya, meski saat ini sudah memasuki fase adaptasi kebiasaan baru (AKB), masyarakat tetap diminta untuk waspada menghadapi pandemi Covid-19. Apabila masyarakat lengah dan berleha-leha saat berbagai pelonggaran diterapkan di Kota Bandung, hal ini justru akan berpotensi kembali meningkatkan penyebaran Covid-19. Bandung yang sudah dinyatakan zona biru bisa mengarah ke zona merah.

"Kita justru harus lebih meningkatkan kesadaran dengan pengawasan dan pengendalian. Karena kita tidak ingin balik lagi kanan ke arah kuning atau merah, jadi tutup lagi semua kegiatan ekonomi, kita tidak ingin seperti itu," katanya.

Saat ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terkait wacana tersebut. Petugas yang bekerja di lapangan nantinya berkoordinasi secara terpusat di titik pemeriksaan itu.

"Tapi kalau mengandalkan aparat, ya terbatas, daya fisik juga terbatas. Sekarang ini harus diperkuat juga dengan komunitas, semua harus saling menguatkan, kaya multilevel, mulut ke mulut, oleh keluarga, kawan. Jadi jangan selalu diingatkan oleh aparat," kata Ema.


Editor : Maria Christina