Warga KBB yang Idap Keluhan Sulit Tidur Sejak 2014, Begini Kondisinya Sekarang

Adi Haryanto ยท Senin, 18 Oktober 2021 - 22:35:00 WIB
Warga KBB yang Idap Keluhan Sulit Tidur Sejak 2014, Begini Kondisinya Sekarang
Cucu (terbaring) warga Kampung Warung Jati, Desa Ciptagumati, Cikalongwetan, KBB, yang menderita insomnia sejak 2014, kini kondisinya mulai membaik. (Foto/Dok.MPI/ADI HARYANTO)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Kondisi Cucu (45) warga Kampung Warung Jati, RT 02/10, Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang sempat mengalami kondisi susah tidur atau insomnia sejak 2014 kini mulai membaik. Cucu telah bisa memejamkan mata meski hanay 10 menit.

Fani Fadilah, anak perempuan Cucu yang setiap hari mengurusnya mengatakan, kondisi ibunya mulai membaik, bisa tidur nyenyak meski hanya 10 menit. Badan Cucu yang dulu sering gerak-gerak saat tidur dan merasakan sakit, kini sudah berkurang. 

"Saya bersyukur, alhamdulillah kondisi ibu sekarang mulai membaik, bisa tidur pulas meski hanya hitungan menit," kata Fani saat dikonfirmasi, Senin (18/10/2021).

Menurut Fani, perubahan juga terlihat dari kondisi fisik Cucu yang sudah mulai kuat berjalan. Untuk pergi ke kamar mandi juga sekarang sudah bisa sendiri. Padahal sebelumnya hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur. 

"Kondisi mamah yang membaik itu membuat keluarga senang. Saya berharap mamah normal seperti dulu," ujar Fani.

Fani menuturkan, pada September 2021, dia sempat menjalani CT Scan di Rumah Sakit Santosa untuk melihat apa yang terjadi di kepalanya. Hasilnya dikatakan dokter, kondisinya baik. Namun harus dijadwalkan menjalani CT Scan ulang sepekan kemudian untuk melihat gangguan pada lehernya.

"Namun sebulan berselang CT Scan yang dijadwalkan pada Cucu tidak terlaksana. Pihak rumah sakit menyerah lantaran obat bius yang diberikan pada Cucu sebelum CT Scan tidak mempan," tuturnya.

Pihak RS Santosa Bandung, kata Fani, tidak mau ambil risiko untuk membius total karena tidak punya alat untuk menjamin keselamatan Cucu. "Sampai minggu kemarin masih sempat ke RS Santosa, tapi sekarang sudah enggak karena pihak rumah sakit enggak sanggup menanganinya," ucap Fani. 

Saat ini ibunya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun pihak keluarga perlu menunggu lama sebelum akhirnya bisa mendapatkan penanganan. Sambil menunggu jadwal penanganan di RSHS, dia dan keluarga yang lain berikhtiar dengan mencoba pengobatan spiritual ke tokoh agama.

"Sambil nunggu kami coba pengobatan tradisional saja. Semoga kondisi ibu ada perubahan dan terus membaik," ujarnya.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: