Wanita Bersweater Kuning Lompat dari Jembatan dan Hilang Terseret Sungai di Karawang

Asep Supiandi · Sabtu, 01 Mei 2021 - 14:34:00 WIB
Wanita Bersweater Kuning Lompat dari Jembatan dan Hilang Terseret Sungai di Karawang
Tim SAR sedang menyusuri perairan Waduk Jatiluhur Purwakarta untuk mencari bocah yang hilang tenggelam. (Foto: Kantor SAR Bandung)

KARAWANG, iNews.id – Seorang wanita bersweater kuning dilaporkan melompat dari atas Jembatan KW 5, Kampung Guro, Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Sabtu (1/5/2021). Wanita tersebut langsung menghilang begitu terseret arus sungai yang cukup deras.

Hingga saat ini, nasib wanita tersebut belum diketahui dan tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah, mengatakan, laporan adanya seorang wanita yang melompat diterimanya pada pukul 07.30 WIB. Peristiwa tersebut juga sempat dilaporkan oleh petugas ronda kepada tim SAR. Dalam laporan, wanita dengan mengenakan sweater kuning dan training biru itu tidak dikenalnya sama sekali.

"Saksi telah mencoba menolong wanita itu, namun tidak berhasil. Wanita itu hilang dan terbawa arus sungai. Adapun ciri-ciri wanita tersebut yaitu menggunakan sweater kuning dan celana training biru," kata Deden.

Sesaat setelah menerima laporan, Deden memerintahkan satu tim rescue untuk berangkat menuju lokasi kejadian pada pukul 08.00 WIB guna dilakukan operasi pencarian. Adapun alut yang digunakan yaitu 1 unit rescue carrier, 1 set alkom, 1 unit LCR dan mopel, palsar air, 1 set peralatan medis dan APD personel. 

Deden berharap, wanita yang belum diketahui identitasnya itu bisa segera ditemukan. Hingga saat ini tim SAR masih terus menysuri sejumlah spot di sepanjang sungai tersebut.

Sementara itu, pencarian terhadap Nj, bocah empat tahun yang tenggelam di Waduk Jatiluhur Purwakarta, yang terjadi pada Jumat (30/4/2021) sudah memasuki hari kedua. Tim SAR gabungan terus mengupayakan penemuan bocah malang itu dengan melakukan penyisiran di sekitar LKP (Last Known Position) sejauh 100 meter. Namun hingga hari kedua ini, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan anak tersebut. 

Editor : Asep Supiandi