Transaksi di Pasar Hewan Ciwareng Purwakarta Ramai, Penjual dan Pembeli Abaikan Prokes

Irwan ยท Senin, 12 Juli 2021 - 16:36:00 WIB
Transaksi di Pasar Hewan Ciwareng Purwakarta Ramai, Penjual dan Pembeli Abaikan Prokes
Pedagang dan pembeli di Pasar Ciwareng, Purwakarta, mulai ramai menjelang Idul Adha. (Foto: Istimewa)

PURWAKARTA, iNews.id - Penjual dan pembeli mulai memadati Pasar Hewan Ciwareng, Purwakarta menjelang Idul Adha, Senin (12/7/2021). Sayangnya, masih banyak di antara mereka mengabaikan protokol kesehatan (prokes), seperti tidak memakai masker dan tak jaga jarak.

Sejak pagi, ratusan penjual dan pembeli hewan kurban terpantau sudah ramai bertransaksi. Bahkan semakin siang transaksi di antara mereka semakin ramai. Berdasarkan penelusuran lapangan, sebanyak 60 persen penjual dan pembeli tersebut berasal dari luar daerah, seperti Jawa Timur, Jawa tengah dan Lampung.

Beberapa di antaranya mengabaikan prokes dan terlihat tidak khawatir dengan penularan Covid-19. Padahal, kasus Covid-19 di Kabupaten Purwakarta masih cukup tinggi dan sedang menerapkan PPKM Darurat.

Melihat kondisi seperti itu, petugas pun tak henti-hentinya memberikan imbauan agar mengikuti prokes. Namun tetap saja banyak pedagang yang tak peduli. 
     
Kepala UPTD Pasar Hewan Ciwareng Purwakarta, Dang Amal Muztaba, mengatakan, standar operasional prosedur (SOP), sudah diterapkan dengan imbauan prokes kepada pedagang. Para pedagang pun banyak yang menuruti, meskipun masih ada yang membandel dan mengabaikan prokes.     

"Kami terus mengimbau pedagang dan pembeli untuk disiplin prokes. Imbauan terus-terusan disampaikan kepada mereka," kata Dang.

Sementara untuk hewan ternak yang masuk pasar hewan ini, kata dia, selalu diperiksa kesehatannya. Jika sakit, pihaknya akan melakukan karantina, hewan itu akan dipasarkan jika sudah sehat. 
 
Adapun harga sapi sepekan jelang Idul Adha mengalami kenaikan rata-rata Rp1,5 juta per ekor. Kenaikan ini, menurut pedagang selain sudah biasa terjadi menjelang Idul Adha, juga sulit mencari sapi kurban. Karena pasar hewan di Jawa Timur tutup, sehingga harus mencari dan membeli ke rumah-rumah peternak sapi.

"Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum pandemi, angka penjualan hewan kurban di pasar hewan Purwakarta, jauh menurun," ucap Dirgo, pedagang sapi.

Editor : Asep Supiandi