Hari Ini, Delapan Pasien Covid-19 di Purwakarta Meninggal Dunia

Asep Supiandi · Minggu, 11 Juli 2021 - 21:21:00 WIB
Hari Ini, Delapan Pasien Covid-19 di Purwakarta Meninggal Dunia
Kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Purwakarta melonjak dalam dua hari terakhir ini. (Foto: iNews.id/Asep Supiandi)

PURWAKARTA, iNews.id - Hari ini, sebanyak delapan pasien Covid-19 di Kabupaten Purwakarta meninggal dunia, Minggu (11/7/2021). Kasus kematian tersebut melonjak dibanding sehari sebelumnya sebanyak dua orang. 

Berdasarakan data update Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19, jumlah warga terkonfirmasi positif aktif mencapai 957 orang. Jumlah tersebut berkurang drastis dibanding beberapa pekan lalu yang nyaris menembus angka 2.000 kasus.

Meskipun demikian, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengaku telah terjadi penurunan kasus penyebaran Covid-19 di Purwakarta. Selain itu, mobilitas warga berkurang selama PPKM Darurat.

"Allhamdulilah, selama sepekan sudah melakukan PPKM Darurat ini terbukti dengan menurunnya angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Purwakarta," kata Anne, Minggu (11/7/2021).

Anne berharap, untuk terus mengingatkan kedepannya agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan, karena, dengan menjalankan protokol kesehatan dapat menjadikan acuan untuk menurunkan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Purwakarta. 

"Untuk masyarakat tetap prokesnya di jalankan kemudian agar penerapan PPKM Darurat ini berjalan lancar sesuai apa yang diinginkan," ujarnya.

Sementara, Ambu Anne juga akan bertindak tegas apabila tempat nongkrong seperti kafe yang masih membandel di masa PPKM Darurat dengan mencabut ijin usaha dari tempat nongkrong tersebut. 

"Kita tindak dengan pengadilan sesuai dengan peraturan yang ada Perda Nomor 5/2020 Provinsi Jawa Barat itu ada sanksi lah melalui sidang di tempat tipiring," tuturnya.

Bahkan, bila tempat nongkrong kafe yang masih membandel untuk izinnya akan di cabut, itu merupakan tindakan yang harus di jalani guna dapat meminimalisasi dari penyebaran Covid-19. 

"Kalau masih membandel kita bisa langsung izin cabut dari usahanya," ujarnya.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: