Tamansari Masih Jadi Polemik, Pemkot Bandung Tetap Bangun Rumah Deret Februari

Billy Maulana Finkran, Antara ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 20:00:00 WIB
Tamansari Masih Jadi Polemik, Pemkot Bandung Tetap Bangun Rumah Deret Februari
Lokasi rencana pembangunan rumah deret pascapembongkaran bangunan rumah warga di Tamansari, Kota Bandung, Jabar, Kamis (23/1/2020). (Foto: Antara)

BANDUNG, iNews.id – Meski tanah di Tamansari masih menjadi polemik antara Pemkot Bandung dan warga, rencana pembangunan rumah deret di kawasan itu jalan terus. Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) akan memulai pembangunan rumah deret pada Februari 2020 mendatang.

Kepala Bidang Perumahan DPKP3 Nunun Yanuati mengungkapkan, saat ini pihaknya menunggu Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dalam proses pembuatan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah derat Tamansari.

“Mudah-mudahan pada awal atau pertengahan Februari, pembangunan sudah berproses. Pembangunan akan dimulai dengan pembersihan dan pematangan lahan lalu pembangunan pondasi,” kata Nunun di Balai Kota Bandung, Kamis (23/1/2020).

 

BACA JUGA: Penggusuran Permukiman di Tamansari Bandung Ricuh, Sejumlah Warga Diamankan 

 

Diketahui, pascapenggusuran warga Tamansari RW 11 pada Kamis (12/12/2020), sejumlah warga masih bertahan di masjid sekitar lokasi.

Pemkot Bandung sebelumnya menyebutkan, pembangunan rumah deret itu sementara ini dikhususkan untuk warga yang telah setuju program rumah deret sejak awal.

Nunun mengatakan, apabila proses pembangunan berjalan sesuai rencana, sebanyak 185 Kepala Keluarga (KK) warga RW 11 Tamansari yang telah setuju program tersebut bisa menempati rumah derat pada Oktober mendatang.

“Target enam bulan pembangunan. Kalau lancar semua, selesai Juli. Kemudian ada pemeliharaan dan pembuatan sertifikat laik fungsi. Jadi kalau lancar ya sekitar Oktober sudah bisa dihuni," kata dia.

 

BACA JUGA: Ricuh Penataan Kawasan Tamansari, Ini Komentar Ridwan Kamil

 

Nunun menjelaskan, setiap bangunan dibagi menjadi enam hingga 10 lantai. Tipe hunian di dalamnya dibagi menjadi dua, yakni tipe 33 dan tipe 39.

Warga yang berhak menempatinya harus memenuhi kriteria masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Mereka juga mesti membayar uang sewa sebesar Rp300.000 hingga Rp900.000 setiap bulan.

Untuk pembangunan rumah deret Tamansari tahap pertama, Pemkot Bandung telah menyiapkan anggaran sebesar Rp66 miliar. Nominal itu diperlukan untuk bangunan tower berisi kamar sebanyak 180 unit dari total keseluruhan proyek sebanyak 497 unit.

Sebelumnya penertiban yang dilakukan Satpol PP Pemkot Bandung terhadap rumah warga di kawasan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), berlangsung ricuh, Kamis (12/12/2019). Warga sempat melakukan perlawanan terhadap proses penertiban. Polisi mengamankan sejumlah warga yang diduga menjadi provokator.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: