Penggusuran Permukiman di Tamansari Bandung Ricuh, Sejumlah Warga Diamankan

Billy Maulana Finkran ยท Kamis, 12 Desember 2019 - 18:46:00 WIB
Penggusuran Permukiman di Tamansari Bandung Ricuh, Sejumlah Warga Diamankan
Seorang warga menangis histeris saat penggusuran permukiman Tamansari di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

BANDUNG, iNews.idPenggusuran yang dilakukan Satpol PP Pemkot Bandung terhadap rumah warga di kawasan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), berlangsung ricuh, Kamis (12/12/2019). Warga sempat melakukan perlawanan terhadap proses penertiban. Polisi mengamankan sejumlah warga yang diduga menjadi provokator.

Kericuhan terjadi saat petugas Satpol PP hendak masuk ke area permukiman di RW 11 Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kamis pagi. Kawasan itu merupakan lokasi proyek pembangunan rumah deret. Puluhan warga berusaha menghalang-halangi petugas Satpol PP.

Suasana semakin memanas setelah petugas Satpol PP memperingati warga untuk segera mengosongkan rumah tersebut untuk mengevakuasi barang-barang. Sejumlah perempuan yang berada di sekitar lokasi hanya bisa menangis histeris.

Meski mendapat perlawanan, hal itu tidak menghalangi petugas yang merangsek masuk menembus kerumunan warga. Satu per satu barang milik warga yang berada di dalam rumah langsung dikeluarkan petugas.

“Pembongkaran rumah ini merupakan penertiban aset milik pemerintah kota bandung. Sebelumnya petugas bahkan sudah memberi surat peringatan kepada warga namun tidak diindahkan,” kata Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian.

Seorang anak membawa boneka miliknya saat penggusuran permukiman Tamansari di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Seorang anak membawa boneka miliknya saat penggusuran permukiman Tamansari di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Sementara itu, perwakilan kuasa hukum warga dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung Rifki Zulfikat sempat berdebat dengan Satpol PP yang akan melakukan penertiban. Dia menilai eksekusi lahan tersebut tidak sesuai dengan prosedur hukum. Pasalnya, warga sudah membawa kasus ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung terkait izin lingkungan pembangunan Rumah Deret dan saat ini proses hukum sedang berjalan.

Dia juga mengatakan, pembongkaran dan pengosongan isi rumah warga Tamansari dilakukan secara paksa, dadakan, dan tanpa pemberitahuan waktu yang jelas. Selain itu, dia menyayangkan tindakan kekerasan yang terjadi selama proses penertiban.

“Akses menuju rumah warga dirusak. Warga yang belu, setuju, sudah kena bongkar rumahnya. Itu tindakan sangat serampangan yang dilakukan aparat Satpol PP. Di proses ini, serangkaian kekerasan terjadi. Yang menjadi korban proses pembangunan ini adalah warga yang masih bertahan,” kata Rifki.

Alat berat merobohkan bangunan rumah warga di kawasan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Kamis (12/12/2019). (Foto: iNews/Billy Maulana Finkran)
Alat berat merobohkan bangunan rumah warga di kawasan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Kamis (12/12/2019). (Foto: iNews/Billy Maulana Finkran)
Warga dan Satpol PP Pemkot Bandung sempat bentrok saat penertiban bangunan rumah warga di kawasan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Kamis (12/12/2019). (Foto: iNews/Billy Maulana Finkran)
Warga dan Satpol PP Pemkot Bandung sempat bentrok saat penertiban bangunan rumah warga di kawasan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Kamis (12/12/2019). (Foto: iNews/Billy Maulana Finkran)

Diketahui, penertiban aset milik Pemkot Bandung ini dilakukan seiring dengan rencana program pembangunan rumah deret yang sudah terkatung-katung selama hampir tiga tahun terakhir.

Pemkot Bandung telah berencana membangun proyek rumah deret di kawasan permukiman padat penduduk tersebut sejak tahun 2017 lalu. Sebagian warga memilih direlokasi ke Rusunawa Rancacili, tetapi sebagian lagi masih memilih bertahan dan menggugat Pemkot Bandung ke PTUN.

Editor : Maria Christina

Follow Berita iNewsJabar di Google News

Bagikan Artikel: