Ricuh Penataan Kawasan Tamansari, Ini Komentar Ridwan Kamil

Rizal Bomantama ยท Jumat, 13 Desember 2019 - 22:47:00 WIB
Ricuh Penataan Kawasan Tamansari, Ini Komentar Ridwan Kamil
Seorang warga menangis histeris saat penggusuran permukiman Tamansari di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

BANDUNG, iNews.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memberi komentar terkait ricuh penertiban kawasan kumuh Tamansari di Bandung yang terjadi Kamis (12/12/2019). Dia mengapresiasi langkah Wali Kota Bandung Oded M Danial yang menemui korban dan menjelaskan bahwa mereka akan diberi bantuan rumah kontrak selama setahun sambil menunggu proyek rumah deret selesai.

Melalui akun Instagram @ridwankamil, pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengomentari ricuh penggusuran kawasan Tamansari. Dia menjelaskan awal mula proyek tersebut, termasuk andilnya sebagai mantan wali kota Bandung.

“Mereka (yang menolak) diberi fasilitas rumah kontrak selama setahun seperti mayoritas 176 kepala keluarga yang sudah pindah terlebih dahulu sementara sebelum kembali. Program penataan kawasan kumuh Tamansari itu diinisiasi sejak tahun 2007 sejak Wali Kota Dada Rosada sebagai program Kementerian PUPR. Kemudian dilakukan finalisasi oleh saya selaku wali kota Bandung dan sekarang dieksekusi oleh Oded M Danial,” ujar Ridwan.

Hal itu disampaikan Ridwan Kamil melalui akun instagramnya sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat (13/12/2019). Ridwan menjelaskan bahwa kawasan Tamansari itu akan dijadikan rumah deret yang diperuntukkan bagi warga yang digusur tersebut. Dengan proyek itu, Ridwan mengatakan kawasan Tamansari akan menjadi kawasan yang sehat dan warga akan mendapatkan rumah yang dimensinya lebih besar.

Selain itu jumlah unit rumah kontrak di atas lahan negara itu akan diperbanyak. Sehingga menurut Ridwan memberi kesempatan warga di kawasan kumuh lainnya untuk pindah ke Tamansari dan menikmati hunian yang sehat dan lebih luas.

Ridwan mengatakan Pemkot Bandung sudah sejak awal melakukan sosialisasi ke warga dan menurutnya sudah ada 176 kepala keluarga atau 90 persen penghuni yang menyetujui proyek itu. Warga yang setuju diketahui sudah pindah sementara ke Rusunawa Rancacili.

“Sementara yang 10 persen atau 15 kepala keluarga yang tidak setuju sudah dipersilakan untuk mediasi dengan Pemkot Bandung dan mengajukan gugatan ke PTUN. Tapi PTUN sudah mengatakan gugatan itu ditolak,” kata Ridwan.

Oleh sebab itu Ridwan menyesal bahwa niat baik Pemkot Bandung untuk memberi hunian yang sehat untuk warga tercoreng kericuhan saat penggusuran. Seperti diketahui penertiban kawasan kumuh Tamansari berlangsung ricuh dengan adanya penolakan oleh sebagian warga yang memilih bertahan.

“Kami menyesal dengan adanya ekses negatif dan semoga kronologi ini bisa menjelaskan program pengentasan kekumuhan di Bandung. Semoga ke depan sejumlah pihak bisa menahan diri dan menggunakan cara sesuai hukum yang berlaku. Insya Allah Wali Kota Bandung akan memberi solusi terbaik untuk warganya,” kata Ridwan mengakhiri keterangan tertulisnya tersebut.

Editor : Rizal Bomantama

Follow Berita iNewsJabar di Google News

Bagikan Artikel: