Tak Mau Terjadi Penularan Covid, Disdik KBB Gelar PTM hanya di Sekolah Terverifikasi

Adi Haryanto ยท Senin, 20 September 2021 - 14:06:00 WIB
Tak Mau Terjadi Penularan Covid, Disdik KBB Gelar PTM hanya di Sekolah Terverifikasi
PTM terbatas untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK, SLB dan sederajat di bawah lingkungan Dinas Pendidikan di KBB diuji coba mulai hari ini. (Foto: iNews.id/Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas mulai digelar di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pembelajaran digelar di sekolah yang sudah mendapat verifikasi dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK dan sederajat, Senin (20/9/2021).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), KBB, Asep Dendih mengatakan, PTM digelar di sekolah yang telah terverifikasi dan mendapatkan izin dari pihak terkait. Tidak semua sekolah di KBB yang ada di bawah naungan Disdik menggelar PTM terbatas serentak mulai hari ini.

"Kami tidak mau kecolongan nanti ada muncul kasus dari kegiatan PTM. Makanya sekolah juga tidak serentak hari ini semua melaksanakannya, hanya sekolah-sekolah yang sudah ada rekomendasi dari Tim Satgas Covid-19," ucapnya. 

Dia mencontohkan, untuk SD maka izin dan rekomendasinya dari pihak kecamatan, puskesmas, dan tim satgas setempat. Kalau untuk tingkat SMP, SMA/SMK, SLB dan sederajat maka izinnya dari tim satgas kabupaten, dinas kesehatan, dan Disdik. 

Salah satu sekolah yang menggelar PTM hari ini, SMP Budi Bakti Utama (BBU) Padalarang, mengklaim jika pelaksanaan PTM terbatas sudah mengikuti prosedur dan skema protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang disyaratkan oleh pemerintah.

"Hari ini kami memulai PTM terbatas dengan prokes ketat. Jumlah murid yang masuk dibatasi untuk menghindari kerumunan, dari total 545 siswa yang masuk hanya 165," kata Kepala SMP BBU Padalarang, Ahmad Sape'i.

Ahmad menyebutkan, PTM terbatas ini dilakukan secara bergilir. Misalnya siswa yang hari ini masuk maka besoknya libur dan karena gantian dengan yang hari ini libur. Sistem shift itu berlaku juga untuk para tenaga pengajarnya yang menyesuaikan dengan jam mata pelajaran. 

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: