Siswi SD Meninggal karena DBD, Korban Tewas di Tasikmalaya Bertambah Jadi 20 Orang

Asep Juhariyono ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 22:05 WIB
Siswi SD Meninggal karena DBD, Korban Tewas di Tasikmalaya Bertambah Jadi 20 Orang
Keluarga bersiap-siap membawa jenazah pasien DBD ke rumah duka dari RSUD Dokter Soekardjo Tasikmalaya, Jabar, Jumat (31/7/2020). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id – Seorang bocah perempuan, siswi kelas 6 SD, asal Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), meninggal karena demam berdarah dengue (DBD), Jumat (31/7/2020). Kasus kematian akibat DBD di kota ini kini bertambah menjadi 20 orang sepanjang 2020.

Korban bernama Raisa Candrawinata, meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soekardjo Tasikmalaya, sejak empat hari lalu. Korban sempat mengalami muntah darah saat dalam perawatan hingga akhirnya meninggal dunia.

Menurut kakek korban, Ahdiat Supendi (57), cucunya mulai menderita gejala suhu panas yang tinggi dua hari sebelum dibawa ke rumah sakit. Kedua orang tuanya lalu membawa Raisa berobat ke dokter.

Setelah menjalani pemeriksaan, dokter meminta mereka menunggu dua hari karena trombositnya belum kelihatan menurun. Namun, setelah berobat ke dokter, suhu tubuh Raisa tidak kunjung turun.

“Panasnya tidak kunjung turun dan akhirnya cucu saya dibawa ke rumah sakit. Dia langsung menjalani rawat inap dan sempat mengalami muntah darah,” kata Ahdiat Supendi.

Dua hari kemudian setelah dirawat, cucunya dipindah ke ruang PICU (pediatric intensive care unit) karena kondisinya semakin parah. Namun, Raisa akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di ruang PICU dua hari, Jumat dini hari.

“Berdasarkan keterangan dokter, cucu saya itu meninggal karena DBD,” kata Ahdiat Supendi.

Ahdiat berharap agar pemerintah daerah setempat terus melakukan pengasapan di permukiman warga untuk mencegah penyebaran penyakit DBD. Dia berharap korban DBD tidak bertambah lagi.

Petugas Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD dr Soekardjo Asep Rizki mengatakan, jenazah pasien tersebut dibawa ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Dokter Soekardjo Tasikmalaya sebelum dibawa keluarga untuk dimakamkan. Dia membenarkan, menurut keterangan dokter, pasien meninggal karena DBD.

“Dari keterangan dokter yang merawatnya, pasien meninggal karena menderita DBD,” kata Asep Rizki.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, kasus DBD sejak Januari 2020 tercatat sekitar 1.000 kasus dan masih ada yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Kematian Raisa menambah kasus kematian akibat DBD di Kota Tasikmalaya menjadi 20 orang. Dari total kasus kematian, 14 orang di antaranya masih anak-anak.


Editor : Maria Christina