3 Jalur Alternatif Bandung Tasikmalaya untuk Perjalanan Anti Macet dan Penuh Petualangan
BANDUNG, iNews.id - Tiga jalur Alternatif Bandung Tasikmalaya kini jadi andalan pengendara yang muak dengan kemacetan parah di jalur utama Nagreg atau tol Cipali saat mudik Lebaran dan libur panjang. Dengan lalu lintas Bandung-Tasik yang makin sesak, rute non-tol ini tawarkan opsi pintar hemat biaya, waktu tempuh fleksibel, plus bonus pemandangan Gunung Galunggung dan perkebunan teh yang bikin mata segar.
Ketiga jalur ini sudah teruji ramai dipakai tahun 2025, lengkap dengan tips memilih yang pas buat mobil, motor, atau truk.
Mulai dari pinggir Bandung Selatan, ambil arah Majalaya yang jaraknya cuma 45 menit dari pusat kota. Dari Majalaya, lanjut ke Singaparna yang jadi pintu gerbang Tasikmalaya dengan jalan nasional mulus pasca-perlebaran 2025.
Rute ini favorit keluarga karena lebar cukup, minim tanjakan ekstrem, dan banyak warung peuyeum bakar autentik sebagai pitstop. Pengendara motor juga nyaman lewat sini, apalagi akses ke Pasar Singaparna penuh oleh-oleh krupuk rantang.
Estimasi 2-2,5 jam jika lancar, jauh lebih cepat daripada macet Nagreg yang bisa molor 5 jam. Hindari jam pulang kantor karena arus balik Tasik mulai numpuk.
Opsi kedua ini buat yang suka tantangan pegunungan, start dari Banjarwangi di utara Tasik lalu balik arah ke Cikajang dan Salawu sebelum tembus Tasik pusat. Jalur ini lewat lereng Gunung Galunggung dengan panorama kawah hijau nan mistis, cocok foto-foto sambil jalan.
Meski ada tanjakan Monteng ala Cukang, kondisi jalan sudah oke berkat proyek Dishub Jabar tahun ini.
Pengemudi truk pilih rute ini karena muatan aman tanpa overload rem. Singgah di Situ Lengkong untuk mandi air panas alami, gratis dan bikin badan enteng. Total 80 km, tempuh 2,5-3 jam normal, tapi siapkan kopi hitam kuat karena udara dingin 15 derajat.
Jalur ketiga paling selatan via Panjalu yang akses mudah dari Bandung Timur, lanjut Jatinagara lalu bypass Ciamis sebelum masuk Tasik. Rute ini landai, minim berliku, dan sering kosong karena jarang dipakai pemudik utama.
Keunggulannya akses ke PLTA Panjalu yang megah plus pasar ikan segar murah di pinggir sungai. Cocok bus pariwisata atau mobil besar, lebar jalan standar nasional dan pom bensin lengkap setiap 20 km. Kekurangan minor: rawan hujan deras musim hujan, tapi drainase baru sudah tangguh. Waktu tempuh tercepat 2 jam jika dini hari, hemat BBM 20% dibanding tol.
Pilih jalur mana tergantung tujuan dan kendaraan. Ke pusat Tasik atau stasiun, prioritas Singaparna. Mau wisata alam Galunggung, ambil Cikajang. Sementara ke Ciamis atau Banjar, Panjalu paling strategis.
Selalu pantau Waze atau grup WA sopir lokal untuk info longsor atau proyek jalan mendadak. Siapkan toolkit lengkap: ban serep, kunci inggris, jas hujan, dan powerbank karena sinyal hilang di lembah.
Editor: Komaruddin Bagja