3 Jalur Alternatif Cianjur Bandung Ini Wajib Kamu Coba Saat Liburan!
JAKARTA, iNews.id - Tiga jalur alternatif Cianjur Bandung menjadi pilihan cerdas bagi pengendara yang ingin menghindari kemacetan parah di jalur utama Cipularang, terutama saat akhir pekan, mudik Lebaran, atau libur panjang.
Dengan kondisi lalu lintas yang semakin padat, rute non-tol ini tidak hanya menghemat biaya tol, tapi juga menawarkan pemandangan alam segar dan waktu tempuh yang kompetitif jika dipilih dengan tepat.
Berikut ulasan lengkap ketiga jalur terbaik yang bisa langsung Anda simpan untuk perjalanan berikutnya.
Mulai dari pusat Cianjur, pengendara mengambil arah Cipatat yang jaraknya hanya sekitar 30 menit. Jalur ini melewati perkebunan teh hijau dan desa-desa asri sebelum masuk ke Padalarang, simpul penting menuju Bandung Timur.
Dari Padalarang, lanjut ke Jatinangor yang kondisi jalannya sudah mulus berkat proyek infrastruktur terbaru. Rute ini cocok untuk mobil keluarga karena lebar jalan memadai dan minim tikungan ekstrem. Waktu tempuh rata-rata 1,5-2 jam tergantung lalu lintas, jauh lebih cepat daripada jalur tol saat puncak mudik.
Keunggulan utama: banyak warung sate maranggi dan pempek segar sebagai tempat singgah.
Opsi kedua ini dimulai dari pinggiran Cianjur menuju Cikalongwetan, kawasan yang terkenal dengan kebun kopi dan udara dingin. Dari sana, rute berlanjut ke Cicalengka yang sudah terkoneksi baik dengan jalan nasional, kemudian ke Majalaya sebelum masuk pusat Bandung.
Jalur ini menawarkan tantangan tanjakan sedang tapi pemandangan Gunung Burangrang yang memukau jadi bonusnya. Pengendara motor sering memilih rute ini karena akses mudah ke pasar tradisional dan pom bensin murah.
Hindari jam 16.00-18.00 karena arus balik kerja bisa menumpuk di Majalaya. Total jarak sekitar 70 km dengan estimasi 2 jam perjalanan normal.
Jalur ketiga melalui Cugenang di selatan Cianjur, melewati perbukitan hijau menuju Gekbrong yang jalanannya baru saja diperlebar tahun 2025. Dari Gekbrong, langsung ke Cileunyi yang dekat pintu tol Bandung timur.
Rute ini paling direkomendasikan untuk kendaraan besar seperti truk atau bus karena kontur lebih landai dan minim longsor musiman. Pengemudi bisa singgah di Situ Lengkong untuk foto-foto atau makan bandrek panas.
Kekurangannya hanya sedikit rawan hujan deras di musim penghujan, tapi secara keseluruhan aman dan strategis. Waktu tempuh sekitar 1 jam 45 menit jika lancar.
Memilih jalur mana tergantung kendaraan dan tujuan akhir di Bandung. Untuk ke Lembang atau Dago, jalur Cikalongwetan lebih pas karena akses ke utara kota. Sementara ke arah Cileunyi atau Gedebage, pilih via Gekbrong. Selalu cek aplikasi Waze atau Google Maps untuk update real-time, karena kondisi jalan bisa berubah akibat proyek Dishub Jabar. Siapkan ban serep dan air minum ekstra, terutama di segmen pegunungan yang fasilitasnya masih terbatas.
Editor: Komaruddin Bagja