Sepanjang 100 Kilometer Jalan di KBB Rusak, Ditarget 3 Tahun Tertangani

Adi Haryanto ยท Jumat, 20 Agustus 2021 - 19:41:00 WIB
Sepanjang 100 Kilometer Jalan di KBB Rusak, Ditarget 3 Tahun Tertangani
Pemkab Bandung Barat menargetkan menuntaskan peningkatan kualitas jalan yang 20 persen di antaranya, masih rusak. (Foto: Dok.MPI)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Sepanjang 100 kilometer lebih jalan di Kabupaten Bandung Barat dalam keadaan rusak. Perbaikan jalan tersebut bisa memakan waktu tiga tahun ke depan.

"Di KBB ini ada sebanyak 113 ruas jalan dengan total panjang 536 km dan 20 persen di antaranya masih perlu ditingkatkan kualitasnya," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), KBB, Adang Rachmat Syafaat, Jumat (20/8/2021).

Adang mengatakan, dibutuhkan anggaran sebesar Rp500 miliar untuk membuat semua jalan di KBB kondisinya mulus. Namun tidak mungkin jika harus mengandalkan dana APBD. Sementara tahun ini pun yang dianggarkan hanya Rp30 miliar dari APBD hanya untuk pemeliharaan.

Kendati begitu, lanjut dia, ada beberapa pembangunan jalan yang dibantu dari CSR pihak swasta dan dana pinjaman. Ada pula ruas jalan provinsi di KBB yang kewenangannya di Pemprov Jabar, sehingga meringankan biaya pemeliharaan. 

"Banyak jalan-jalan di KBB yang masuk jalan strategis provinsi dan akan dilebarkan. Seperti dari underpass Padalarang sampai Cisarua, kemudian Rajamandala-Sarimukti-Cipeundeuy, Cikalongwetan," sebutnya. 

Dia menargetkan dalam waktu tiga tahun ke depan 113 ruas jalan di KBB diharapkan dapat saling terhubung satu sama lain. Jalan lingkar KBB diharapkan menjadi solusi konektivitas antar wilayah, baik selatan ke utara, atau pun penghubung baru menuju Cianjur dan daerah lainnya. 

Untuk mengejar target selesai tiga tahun ke depan, pihaknya akan fokus memperbaiki 20 persen jalan raya yang kondisinya perlu ditingkatkan. Mengingat kontur dan kondisi jalan-jalan tersebut bergelombang dan tidak dilengkapi drainase. Sehingga tatkala hujan datang air melimpas ke aspal sehingga jalan mudah rusak. 

"Prediksi kita tiga tahun bisa tuntas. Kalau dari sekarang berarti tahun 2024," ujarnya. 

Menurutnya, jalan lingkar KBB digadang-gadang jadi penghubung atau konektivitas satu wilayah dengan wilayah lainnya. Dengan begitu, alur distribusi dan mobilitas warga akan sangat terbantu. 

"Saya yakin ketika infrastruktur ini selesai dan saling terkoneksi, maka ekonomi di daerah akan berkembang," ucap dia.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: