Unik dan Seru Agustusan di Garut, Lomba Nyabit Rumput Berhadiah Domba Indukan

Ii Solihin · Jumat, 20 Agustus 2021 - 10:07:00 WIB
Unik dan Seru Agustusan di Garut, Lomba Nyabit Rumput Berhadiah Domba Indukan
Peserta lomba dengan semangat menyabit rumput di areal persawahan di Kabupaten Garut. (Foto: iNewsTv/Ii Solihin)

GARUT, iNews.id - Unik dan seru, baru kali ini ada lomba Agustusan digelar lain dari pada yang lain oleh warga Desa Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten, Garut. Puluhan emak-emak berlomba menyabit rumput atau dikenal dengan istilah ngarit di sawah.

Profesi ngarit atau nyabit rumput selama ini terkesan pekerjaan rendahan. Padahal, ngarit ini justru pekerjaan yang penting dan banyak dilakukan warga kampung untuk memenuhi pakan ternaknya, seperti domba atau sapi. Kesan rendahan ini pun mulai diubah oleh warga Desa Bojong dengan  menjadikannya sebagai salah satu lomba Agustusan. Harapannya, aktivitas menyambit bisa terangkat dan tidak dipandang sebelah mata.

Terpantau, puluhan ibu-ibu rumah tangga dengan penuh semangat sudah berkumpul di sekitar pematang sawah. Mereka seakan tak sabar untuk segera menyabit rumput yang banyak tumbuh di sekitar areal persawahan. Panitia pun menghadiahi seekor domba kepada peserta yang paling banyak menyabit rumput.

Sambil mengenakan kostum beragam, mereka membawa karung dan parang cukup tajam. Sesuai nomor urut yang dibagikan, peserta pun berada di pematang sawah siap berlomba. Dalam waktu lima menit, mereka harus menyabit rumput dan hasilnya ditimbang.

Meski perempuan, ternyata tangannya cukup terampil memotong ruput dengan mata parang yang tajam. Gerakan para ibu dalam menyabit rumput ini sangat cepat, dalam waktu sekejap, karung pun sudah penuh terisi rumput. Soal kalah dan menang bagi peserta tidaklah jadi soal, terpenting bisa bergembira di masa pandemi. 

"Lomba ini sengaja kami gelar sebagai bagian dari acara memperingati HUT ke-76. Di kampung itu kan, suami-suaminya banyak tidak berada di tempat, tapi kerja di luar. Maka ibu-ibu yang biasa berada di rumah termasuk memelihara ternak. Jadi mereka sudah terbiasa mencari rumput, jadi tidak terlalu kesulitan ketika mengikuti lomba," kata Kepala Desa Bojong, Iman Mulyawan, Jumat (20/8/2021).

Seusai lomba, panitia menimbang rumput yang telah dihasilkan peserta. Rumput terbanyak berhak mendapatkan seekor domba indukan. Selain itu, rumput-rumput itu lantas dibawa pulang untuk pakan ternak mereka. Uniknya, lomba ini diikuti warga seisi kampung kut dan sebagian menjadi penonton dan penyemangat.
 

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: