Ditusuk Pisau Berkali-kali, Anggota Geng Motor di Garut Tewas Bersimbah Darah

Ii Solihin ยท Jumat, 20 Agustus 2021 - 16:40:00 WIB
Ditusuk Pisau Berkali-kali, Anggota Geng Motor di Garut Tewas Bersimbah Darah
Petugas kepolisian menunjukkan lokasi penusukan anggota geng motor di Garut. (Foto: iNewsTv/Ii Solihin)

GARUT, iNew.id - Seorang anggota geng motor di Kabupaten Garut, tewas bersimbah darah akibat ditusuk berkali-kali dengan pisau. Penusukan terjadi setekah adanya perselisihan antara dua kelompok geng motor di Garut.

Korban berinisial AL menderita luka cukup parah di beberapa bagian tubuhnya. AL meninggal dunia lantaran kehabisan dari dari luka-luka yang diderita.

Peristiwa itu diduga karena adanya kesalahpahaman hingga terjadi perselisihan antara dua geng motor, yakni geng motor GBR dan Moonraker. Saat itu kedua belah pihak sempat sepakat untuk berdamai, namun nahas pada saat membubarkan diri, motor korban mengalami masalah dan tidak menyala sehingga tertinggal dari teman temannya.
 
Kesempatan itu tak disia-siakan oleh pelaku yang menghampiri AL dan menusuknya sebanyak tiga kali hingga korban kehilangan banyak darah dan meninggal dunia.

Kapolres Garut, AKBP Widhanto Hadicaksono mengatakan, sebelum terjadi aksi penusukan, pelaku sempat menghampiri tukang martabak yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Pelaku kemudian mengambil pisau milik tukang martabak untuk menusuk korbannya.

"Selain mengamankan pelaku pembunuhan, kami juga mengamankan tiga anggota yang sedang merencanakan aksi balasan terhadap pelaku penusukan" kata Kapolres, Jumat (20/8/2021).

Sementara itu, tersangka penusukan berinisial FF meringis kesakitan setelah dihadiahi timah panas oleh petugas Satuan Reserse dan Kriminal Polres Garut. Polisi terpaksa menindak tegas karena tersangka berusaha melawan saat akan dilakukan penangkapan.

BACA JUGA:

Akibat perbuatannya, tersangka terancam Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. Adapun pelaku lainnya yang hendak melakukan balas dendam dengan barang bukti sejumlah senjata tajam terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: