Sejarah Jembatan Cirahong Tasikmalaya, Miliki Fungsi Ganda Satu-Satunya di Indonesia

Sintia Putri Balqis ยท Jumat, 23 September 2022 - 16:46:00 WIB
Sejarah Jembatan Cirahong Tasikmalaya, Miliki Fungsi Ganda Satu-Satunya di Indonesia
Sejarah Jembatan Cirahong Tasikmalaya, Jawa Barat menyimpan cerita menarik. (Foto: Antara).

TASIKMALAYA, iNews.id – Sejarah Jembatan Cirahong Tasikmalaya menyimpan cerita menarik. Jembatan sangat terkenal karena menjadi jembatan kereta api.

Jembatan Cirahong terletak di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis. Jembatan ini melintas di atas Sungai Citanduy. Terdapat sejarah menarik di balik jembatan yang menjadi perbatasan dua kabupaten.

Dibangun oleh Perusahaan Hindia Belanda 

Jembatan Cirahong, jembatan double deck atau geladak ganda yang memiliki fungsi dual mode alias 2 in 1 (two in one) satu-satunya di Indonesia. Bila diamati, bagian atas jembatan ini digunakan untuk jalur kereta api. 

Sedangkan jalur di bawahnya digunakan untuk lalu lintas kendaraan roda dua dan empat serta para pejalan kaki. 

Dilansir dari dbmtr.jabarprov.go.id menjelaskan, Jembatan Cirahong dibangun pada 1893 oleh perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen. Jembatan ini memiliki total panjang 202 meter dan berada di ketinggian 66 meter di atas sungai Citanduy. 

Jembatan tersebut merupakan bagian dari pembangunan rel kereta api jalur selatan di Pulau Jawa oleh pemerintah kolonial Belanda. Pada tahun 1934, jembatan ini diperkuat.

Pilar Pertama dan Pelintasan Kereta Api

Pemasangan pilar batu di Jembatan Citanduy dilakukan pada 19 Agustus 1893. Jembatan ini bertumpu pada empat tiang dan jarak antara kedua tiang  batu dan besi, yakni delapan meter. 

Berdasarkan jenisnya, jembatan ini termasuk jembatan dinding, yaitu jembatan dimana muatan tidak dipikulkan langsung pada rasuk-rasuknya, melainkan melalui perantara rasuk melintang kepada rasuk-rasuknya. 

Pada 1956-1958, Djawatan Kereta Api (cikal bakal PT KAI), melakukan perbaikan dan pemeliharaan jembatan di Jawa. Setelahnya, DKA meningkatkan rencana muatan jembatan, termasuk di lintas Cibatu-Banjar. 

Saat ini, Jembatan Cirahong berada di bawah Daerah Operasi II Bandung. Jembatan ini dilewati oleh kereta api jarak jauh yang melayani jurusan Bandung-Yogyakarta-Surabaya, dan Jakarta-Purwokerto melalui Bandung. 

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: