Sejarah Jembatan Cirahong Tasikmalaya, Miliki Fungsi Ganda Satu-Satunya di Indonesia

Sintia Putri Balqis · Jumat, 23 September 2022 - 16:46:00 WIB
Sejarah Jembatan Cirahong Tasikmalaya, Miliki Fungsi Ganda Satu-Satunya di Indonesia
Sejarah Jembatan Cirahong Tasikmalaya, Jawa Barat menyimpan cerita menarik. (Foto: Antara).

Peran Kanjeng Prabu 

Dalam pembangunan Jembatan Cirahong, banyak sekali pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial. Kala itu pemerintah kolonial Belanda sedang membangun jalan kereta api jalur selatan yang melintasi Bandung, Garut, Tasikmalaya dan Banjar, lalu menyambung ke Jawa Tengah. 

Dengan membangun jalur kereta api, Belanda berharap bisa mempermudah jalur angkutan barang maupun mobilitas penduduk untuk efektivitas dalam mengontrol kawasan jajahannya. 

Pada awalnya, Jembatan Cirahong tidak direncanakan dibangun. Perencanaan jalur kereta api dari Tasikmalaya ini tidak melewati Ciamis, namun melewati Cimaragas atau sebelah selatan sungai Citanduy. 

Biaya yang sangat mahal menjadikan Belanda harus mempertimbangkan pelintasan kereta api di Kota Ciamis. 

Kanjeng Prabu atau pemilik nama R.A.A Kusumadiningrat, seorang Bupati Galuh Ciamis 1839-1886 mendengar berita tersebut. Namun, sayang saat itu Kanjeng Prabu sudah pensiun dari jabatannya. 

Kanjeng Prabu yang memiliki pengaruh ke pemerintah kolonial, membujuk Belanda agar jalur rel kereta yang dibangun tersebut melintasi Kota Ciamis. Pertimbangan Kanjeng Prabu dalam bujukannya ke Belanda karena jumlah penduduk Kota Ciamis lebih banyak daripada Cimaragas, sehingga kereta api akan lebih bermanfaat untuk masyarakat. 

Setelah banyak perdebatan, akhirnya kolonial menyetujui usulan Kanjeng Prabu. Belanda akhirnya membangun dua jembatan di atas Sungai Citanduy. Jembatan tersebut merupakan Jembatan Cirahong di Manonjaya dan Jembatan Karangpucung di dekat Kota Banjar. 

Terhubung Letusan Gunung Galunggung

Belanda menemukan cara yang efektif dan efisien dalam membangun Jembatan Cirahong. Jembatan ini dibangun oleh Belanda berdasarkan data dasar topografi dan geologi yang dipadukan dengan perencanaan matang. 

Dilansir dari dbmtr.jabarprov.go.id, Jembatan Cirahong secara geologis terkait dengan fenomena meletusnya Gunung Galunggung. Saat Galunggung meletus dahsyat dan melontarkan dinding timur tenggaranya menjadi berkeping-keping batu, bahan ledakannya membendung Sungai Citanduy di Kota Tasikmalaya, sehingga saat ini terbentuk danau. 

Letusan hebat Gunung Galunggung menghasilkan ribuan bukit. Dengan memanfaatkan celah sempit di atas Sungai Citanduy daerah Cirahong, Belanda menjadikannya sebagai tempat untuk membentangkan jembatan kereta api menuju Kota Ciamis. 

Batu di daerah sana juga merupakan batu yang keras, sehingga cocok untuk pondasi jembatan. 

Editor : Kurnia Illahi

Bagikan Artikel: