Sarapan Tahu dan Teh Botol, Anies-Ridwan Kamil bak Capres dan Cawapres

Agung Bakti Sarasa ยท Jumat, 11 Juni 2021 - 11:07:00 WIB
Sarapan Tahu dan Teh Botol, Anies-Ridwan Kamil bak Capres dan Cawapres
Momen-momen kedekatan Anies Baswedan dan Ridwan Kamil saat bertemu di Sumedang, Jumat (11/6/2021). (Foto: Istimewa)

SUMEDANG, iNews.id - Dua sosok yang kerap digadang-gadang maju di ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil kembali bertemu dalam momen penuh kedekatan dan keakraban. Gubernur Jabar dan Gubernur DKI Jakarta itu bertemu di Sumedang untuk menghadiri undangan dari Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, Jumat (11/6/2021) pagi.

Mengawali agenda, Anies-Ridwan Kamil mengikuti salat subuh berjamaah di Mesjid Agung Sumedang didampingi Dony dan Sekda Sumedang Herman Suryatman. Keduanya kompak mengenakan baju koko warna hitam dengan motif yang berbeda.

Seusai salat subuh, keduanya melepaskan diri dari rombongan untuk sarapan kuliner khas Sumedang. Di rumah makan tahu Sumedang Palasari, keduanya terlihat asik menyantap tahu sumedang, lontong, dan teh botol dan tertangkap kamera tengah berbincang serius.

Momen kedekatan Anies-Ridwan Kamil di tengah mulai hangatnya peta Pilpres 2024 ini menegaskan pernyataan Ridwan Kamil sebelumnya yang menyebut hubungan personal dengan Anies Baswedan sangat terjaga dengan baik sejak lama. 

Ridwan Kamil menyebut, hubungan antara dirinya dan Anies sangat baik. Keduanya sudah terbiasa saling mengapresiasi kinerja masing-masing. Namun memang jarang terekspose.

"Entah kenapa oleh media, saling menyapa hari ini selalu ditafsir selalu ada hubungannya dengan (Pilpres) 2024. Padahal sebelumnya juga sama. Kita WA-an. Pak anies ulang tahun saya posting," katanya, Kamis (3/6/2021) lalu. 

"Dengan pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah), saya main. Saling mengapresiasi kan bagus daripada saling diam atau saling mengkritisi tanpa kejelasan. Budaya saling menguatkan sesama pemimpin harus dibangun," ujar Ridwan Kamil melanjutkan.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil ini, budaya saling menguatkan antarpemimpin bisa berpengaruh positif terhadap masyarakat yang psikologis saat ini cenderung mudah bertengkar.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: