Ritual Pencucian Gong Sekati di Cirebon, Warga Berebut Air Bekas Siraman 

Abdul Rohman · Selasa, 04 Oktober 2022 - 14:20:00 WIB
Ritual Pencucian Gong Sekati di Cirebon, Warga Berebut Air Bekas Siraman 
Abdi dalem Keraton Kanoman, tengah menyirami alat musik tradisional Gong Sekati. (Foto: iNews.id/Abdul Rohman)

CIREBON, iNews.id - Berbagai macam tradisi dan budaya terus dipertahankan di Cirebon. Salah satunya, tradisi ritual mencuci alat musik tradisional Gong Sekati peninggalan Pangeran Cakrabuana di Keraton Kanoman Cirebon.

Berbagai tradisi menghadapi peringatan Maulid Nabi Muhammad, Keraton Kanoman Cirebon menggelar tradisi pencucian Gong Sekati yang dilakukan oleh orang orang dalem keraton.

Dalam penyiraman Gong Sekati ini, warga sempat berebut bekas pencucian gong keramat itu untuk mendapat berkah.

Gong Sekati yang diperkirakan berusia 750 tahun lebih ini, merupakan salah satu peninggalan Pangeran Cakrabuana. Gong Sekati tersebut akan dibunyikan satu pekan sebelum puncak peringatan Maulid Nabi, yang biasa disebut upacara Panjang Jimat.

Namun, sebelum ditabuh, Gong Sekati itu dilakukan tradisi ritual pencucian terlebih dahulu. Proses pencucian tersebut dilakukan oleh orang orang terpilih dan tanpa bahan kimia.

"Ritual pencucian ini, kami mengeluarkan empat alat musik gong besar dan gamelan. Semuanya kami cuci sebelum ditabuh pada puncak Maulid Nabi, "kata Ratu Raja Arimbi, selaku juru bicara Keraton Kanoman. Selasa (04/10/2022).

Beberapa benda peninggalan dakwah Sunan Gunung Jati ini, dibersihkan secara khusus menggunakan air kembang tujuh rupa, asem dan olesan serbuk bata merah.

"Pencucian ini, kami lakukan sebagai bentuk pembersihan diri jelang perayaan Maulid Nabi," katanya.

Seusai dicuci dan dibersihkan, lanjut Ratu, Gong Sekati dan seperangkat alat musik tradisional gamelan serta kemong tersebut, akan ditempatkan di bangsal sekaten. Gong yang masih berfungsi dengan baik, akan dimainkan pada malam ini hingga malam puncak perayaan maulid Nabi.

"Setelah dilakukan pencucian, semua alat musik tradisional disimpan di bangsal sekaten. Dan sebagian dikeluarkan untuk dimainkan hingga malam puncak maulid Nabi nanti," tuturnya.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: