Ridwan Kamil soal Pilpres 2024: Tak Mungkin Independen, 2022 Saya Masuk Partai, Doakan saja

Agung Bakti Sarasa · Rabu, 01 Desember 2021 - 20:37:00 WIB
Ridwan Kamil soal Pilpres 2024: Tak Mungkin Independen, 2022 Saya Masuk Partai, Doakan saja
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan rencananya menjelang Pilpres 2024 saat mengunjungi Yogyakarta. (Foto: istimewa)

 YOGYAKARTA, iNews.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil lagi-lagi ditanya soal agenda Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Kali ini pertanyaan tersebut disampaikan kepadanya saat mengunjungi Provinsi Daerah Istimewa (DIY) Yogyakarta untuk menjalani sejumlah agenda kolaborasi antardua provinsi, Rabu (1/12/2021). 

Sejumlah wartawan yang turut meliput agenda Ridwan Kamil tersebut menanyakan tentang namanya yang kerap masuk radar bursa Pilpres 2024, termasuk hasil survei yang mendukungnya untuk maju di Pilpres 2024. 

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu pun mengungkapkan, hingga saat ini dirinya masih fokus untuk menentukan partai mana yang akan dipilih untuk ajang kontestasi politik ke depan. dia pun mengaku masih fokus menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Jabar. 

Dia meyakini kinerja yang baik akan berdampak pada elektoral karena menurutnya masyarakat menghargai kinerja tanpa pencitraan. 

"Dengan kerja ada apresiasi dari warga, baik itu berupa pujian, komentar, maupun elektoral. Saya sudah haqul yakin kalau independen di level nasional tidak mungkin. Saya akan istikharah tahun depan masuk partai. Doakan saja," tutur Kang Emil. 

"Kalau survei naik turun, saya meyakini kembali bahwa dukungan itu dari akumulasi kerja. Fokus aja kerja, tapi kalau ngomongin survei politik, terlalu jauh sekarang. Survei itu relevan kalau berpasangan, lebih realistis. Ini kontes berpasangan, bukan kontes individu," katanya. 

Meski begitu, dia mengapresiasi berbagai dukungan yang datang dari berbagai kalangan agar dirinya maju dalam kontestasi Pilpres 2024. Menurutnya, hal itu akan menjadi semangat baginya. Sebaliknya, jika ada kritik atau bentuk apresiasinya tidak baik, Kang Emil akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

"Saya tiap hari memperbaiki diri. Apakah survei jelek, saya evaluasi, kalau bagus, apanya yang bagus? Setiap hari harus ada perbaikan," ujarnya. 

Untuk itu, Kang Emil mengaku enggan memikirkan mengenai siapa yang akan menjadi pasangannya jika dirinya jadi maju ke ajang Pilpres 2024 nanti, termasuk soal posisi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres).

"Pelajaran dua kali pilkada, pengantin itu ibarat Siti Nurbaya semua. Tidak pernah saya bisa memilih. Saya manut dengan perjodohan oleh situasi. Setelah dinikahkan, baru belajar mencintai. Yang ngatur jodoh itu bukan si pengantinnya, tapi diatur koalisi," katanya. 

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: