Progres Proyek Perbaikan Jalan Selatan KBB Kurang 1,6 Persen, Kontraktor Ditegur

Adi Haryanto ยท Jumat, 27 Agustus 2021 - 22:00:00 WIB
Progres Proyek Perbaikan Jalan Selatan KBB Kurang 1,6 Persen, Kontraktor Ditegur
Pekerja tengah mengerjakan perbaikan jalan di selatan KBB. (Foto: Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditahap awal meleset dari target yang ditetapkan. Proyek tersebut kurang 1,6 persen dari kesepakatan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB Donni TP Hutajulu mengatakan, keterlambatan terjadi di grup pertama sepanjang 52,5 kilometer. Sekarang masuk Minggu ke-13, semestinya progres pekerjaan sudah 5,6 persen, tetapi hasil perhitungan di lapangan baru 4 persen.

"Sampai pekan ke-13 ini pekerjaan ada keterlambatan (minus) 1,6 persen dari target yang ditetapkan. Pemda KBB menegur kontraktor agar bekerja lebih cepat sehingga target bisa tercapai," kata Donni TP Hutajulu, Jumat (27/8/2021).

Berdasarkan hasil evaluasi, ujar dia, ada beberapa kesalahan yang dilakukan kontraktor. Mulai dari kesalahan merekrut tenaga kerja, ketidakakuratan dalam mendata alat berat yang diperlukan, hingga meleset dalam menghitung waktu tempuh pengiriman beton ke lokasi proyek. 

Itu yang membuat ada keterlambatan pekerjaan dalam pewaktuan dan salah satunya karena pihak kontraktor belum menguasai medan karena berasal dari Bekasi. Meski persentase keterlambatannya cukup besar, masih bisa ditolelir dengan catatan kontraktor menggenjot keterlambatan yang terjadi. "Ada toleransi, tapi mereka tetap kami tegur supaya tidak terulang lagi dan bisa melakukan percepatan pekerjaan ke depannya," ujar dia. 

Proyek peningkatan jalan selatan KBB ini didanai uang pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Panjang jalan yang diperbaiki sepanjang kurang lebih 71 kilometer, membentang dari Kecamatan Batujajar hingga perbatasan dengan Kabupaten Cianjur di wilayah Gununghalu. 

Proyek itu dibagi menjadi dua yaitu jalan sepanjang 52,5 kilometer dengan biaya Rp177 miliar dan jalan 19,5 kilometer dengan anggaran Rp78 miliar. Meliputi Jalan Selacau–Cililin, Jalan Cililin–Sindangkerta, Jalan Sindangkerta–Celak, Jalan Celak–Gununghalu, Jalan Bunijaya–Cilangari, Jalan Cilangari–Cisokan, dan perbaikan Jembatan Tajim.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk proyek seksion kedua sepanjang 19 KM lebih, progresnya justru melebihi target. Padahal mereka baru teken kontrak 1 Juli 2021 dan saat ini baru masuk pekan ketujuh. 

Tapi Progres pekerjaan cukup cepat dari mestinya 2,1 persen tapi di lapangan sekarang sudah lebih dari 5,3 persen. "Pada perencanaannya, pelaksanaan perbaikan jalan ini rampung dalam waktu 210 hari kerja," tutur Donni. 

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: