PPKM Level 4 Berakhir, Bupati Majalengka Tak Mau Ambil Pusing dengan Istilah

Inin nastain ยท Senin, 02 Agustus 2021 - 13:30:00 WIB
 PPKM Level 4 Berakhir, Bupati Majalengka Tak Mau Ambil Pusing dengan Istilah
Pegawai di lingkup Pemkab Majalengka menjalani tes rapid antigen setelah sejumlah pejabata terkonfirmasi positif Covid-19. (Foto: Inin Nastain)

MAJALENGKA, iNews.id - Bupati Majalengka Karna Sobahi tidak mau mengambil pusing dengan status daerahnya, seiring berakhirnya PPKM Level 4 pada hari ini, Senin (2/7/2021) ini. Pasalnya, diperpajang atau tidak PPKM level 4, penerapan protokol kesehatan tetap terus berjalan.

“Saya bersama Pak Wabup, Pak Sekda selalu berprinsip apapun namanya dari sebuah pengendalian masyarakat, mau PSBB, PPKM Mikro, PPKM Darurat atau PPKM Lvel 4, zona merah, zona kuning, zona oranye, zona hijau, apa namanya, bagi saya no problem,” kata Karna.

Ditegaskannya, alih-alih bergelut dengan penamaan, dia ingin lebih fokus dalam pegendalian masyarakat, di tengah pandemi Covid ini. Dengan demikian, jelas dia, diharapkan setiap warga bisa tetap waspada, meskipun kasus Covid-19 menunjukkan tren melandai.

“Masalah yang perlu kami hadapi,  yang tidak pernah akan berubah adalah bagaimana mengendalikan rakyat, mengawasi rakyat, menegakkan protokol, itu yang penting. Sebab kalau zona hijau pun, kalau dibiarkan akan muncul lagi, muncul lagi. Karena yang namanya covid tampaknya tidak akan selesai dengan selesainya tanggal kan?” ujar dia.

“Sekarang, terakhir hari ini, nanti diperpanjang lagi. Biarkan aja menurut saya mah, Tidak usah ada batas-batas, oh ini selesai kita, karena sudah tanggal 2. Tiba-tiba nanti tanggal 3, 4 meledak lagi, gimana?” lanjut Karna.

Karna tidak menampik banyak kalangan yang sudah merasa jenuh dengan kondisi yang terjadi saat ini. Namun dia mengingatkan pendisiplinan pokes perlu terus dijaga selama masih terjadi pandemi.

“Jadi yang diutamakan adalah pengendalian masyarakat, bukan sebuah nama. Bagaimana kami dengan forkofimda, Satgas, dengan para camat, para Kepala Desa bisa mngendalikan itu. Walapun sudah terasa capek, jenuh. Kalau makan mah jenuh. (misal) Kamu diberi makan tiap hari dengan daging ayam aja, ga enak kan?” ucap dia.

Editor : Asep Supiandi

Follow Berita iNewsJabar di Google News

Bagikan Artikel: