Penganiayaan Sopir Taksi Online, Habib Bahar: Saya Tak Pernah Minta Dibebaskan

Agus Warsudi · Selasa, 08 Juni 2021 - 12:14:00 WIB
Penganiayaan Sopir Taksi Online, Habib Bahar: Saya Tak Pernah Minta Dibebaskan
Habib Bahar bin Smith di persidangan beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumentasi)

BANDUNG, iNews.id - Habib Bahar bin Smith membantah minta dibebaskan dalam kasus penganiayaan terhadap terhadap sopir taksi online Andriansyah. Pimpinan Ponpes Tajul Alawiyin Kemang, Bogor ini hanya minta putusan yang adil.

Pernyataan Habib Bahar itu berbeda dari isi pleidoi yang dibacakan tim pengacara. Dalam pleidoi, kuasa hukum Bahar meminta majelis hakim membebaskan Bahar dari semua tuntutan hukum.

Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan RE Martadinata kali ini, Selasa (8/6/2021) mengagendakan pembacaan replik atau tanggapan oleh tim jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejati Jabar atas pleidoi (pembelaan) oleh yang disampaikan terdakwa dan kuasa hukumanya pekan lalu.

"Saya tidak pernah minta dibebaskan. Saya tidak pernah minta vonis hakim bebas," kata Habib Bahar yang mengikuti sidang lanjutan secara virtual di Lapas Gunung Sindur Bogor melalui video conference, Selasa (8/6/2021).

Habib Bahar mengemukakan, dalam pleidoinya hanya meminta hakim memberikan hukuman yang adil. "Saya hanya minta keadilan. Saya berani bertanggung jawab apapun risikonya, berapapun ancamannya, hukumannya, saya ikhlas," ujar Habib Bahar.

Sementara itu, ketua majelis hakim Surachmat menyebut permintaan bebas itu diungkapkan dalam draf pleidoi pengacara Bahar. "Minta dibebaskan itu tercantum di draf (pleidoi) penasehat hukum. Kemarin intinya, minta dibebaskan, kalau habib minta dihukum, kami sudah catat, kalau minta keadilan ya betul," kata Surachmat.

Ketua majelis hakim menyatakan perdebatan hukum dalam perkara ini sudah selesai. Majelis hakim tinggal menjatuhkan vonis atas kasus ini. Vonis rencananya akan dibacakan pada 22 Juni mendatang.

"Semua perdebatan hukum sudah selesai. Tinggal kami bermusyawarah untuk menjatuhkan hukuman, acaranya putusan pada persidangan yang akan datang," ujar Surachmat.

Diberitakan sebelumnya, Habib Bahar bin Smith dituntut lima bulan penjara atas kasus penganiayaan terhadap sopir taksi online Andriansyah pada 4 September 2018 silam. Bahar, melalui kuasa hukum, meminta hakim membebaskannya dari segala tuntutan hukum.

Hal itu disampaikan Bahar melalui tim kuasa hukumnya dalam lanjutan sidang beragenda nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Kamis (3/6/2021).

"Penasihat hukum memohon kepada majelis hakim untuk membebaskan terdakwa habib Bahar bin Smith dari segala dakwaan dan tuntutan atau apabila majelis hakim ada pendapat lain, mohon putusan seadil-adilnya," ucap Ichwan Tuankotta kuasa hukum Bahar saat membacakan pleidoi.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: