Penampungan Ilegal Digerebek, Calon Pekerja Ngaku Bayar Rp52 Juta untuk ke Luar Negeri

Fathnur Rohman ยท Minggu, 18 Oktober 2020 - 06:32 WIB
Penampungan Ilegal Digerebek, Calon Pekerja Ngaku Bayar Rp52 Juta untuk ke Luar Negeri
Penampungan ilegal di Cirebon digerebek, calon pekerja ngaku bayar Rp52 Juta untuk ke luar negeri (Foto: iNews/Fathnur)

CIREBON, iNews.id - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menemukan sebanyak 25 calon pekerja migran Indonesia (CPMI), saat menggerebek tempat penampungan ilegal di Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu (17/10/2020) malam. Salah satu calon pekerja mengaku sudah menyetorkan uang Rp42 juta sampai Rp52 juta kepada pihak sponsor untuk berangkat ke luar negeri.

Kepala BP2MI Benny Rhamdan menjelaskan, para calon pekerja itu sudah dijanjikan akan diberangkatkan ke negara Polandia dan Taiwan untuk bekerja. Namun, sampai saat ini jadwal keberangkatan mereka masih belum diketahui. Padahal para CPMI ini telah menunggu selama dua bulan hingga satu tahun lebih.

"Mereka rata-rata diminta uang Rp42 juta sampai Rp52 juta. Ini posisinya mereka masih dalam tempat penampungan ilegal. Kami khawatirkan ada permintaan-permintaan lain ketika mereka sudah di negara penempatan," kata Benny, Sabtu (17/10/2020).

Benny menilai, sponsor yang merekrut para CPMI ini diduga sengaja mengambil keuntungan dengan meminta sejumlah uang kepada CPMI. Selain itu, sponsor juga sudah menempatkan para CPMI tersebut, di tempat penampungan ilegal dengan kondisi tidak layak.

"Kami prihatin, tempat penampungan yang katakan ilegal, kondisinya tidak layak dan kotor, berbau," ujarnya.

Editor : Nani Suherni