Pembuat Parodi Indonesia Raya Masih Anak-anak, Pengamat: Lebih Baik Polisi Hentikan Perkara Ini

Riezky Maulana ยท Sabtu, 02 Januari 2021 - 19:45:00 WIB
Pembuat Parodi Indonesia Raya Masih Anak-anak, Pengamat: Lebih Baik Polisi Hentikan Perkara Ini
MDF (duduk) saat akan dibawa anggota Ditipid Siber Bareskrim Polri di rumahnya. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Dua pembuat lagu parodi lagu kebangsaan Indonesia Raya ternyata masih anak-anak, NJ (11) dan MDF (16). Karena itu, pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Muzakir menyarankan polisi menghentikan upaya hukum atas perkara tersebut.

Lebih baik, kata Muzakir, polisi mengedepankan hukum restorative justice bagi anak-anak. Artinya, langkah hukum yang dilakukan lebih mengutamakan bimbingan dan pembinaan kepada NJ dan MDF.

"Ternyata pelakunya belum dewasa atau anak-anak. Sebaiknya penyidik tidak melanjutkan perkara atau penyidikan menggunakan pendekatan restorative justice atau melakukan diversi," kata Muzakir, Sabtu (2/1/2021). 

Dia mengemukakan, seharusnya kepolisian menggali lebih dalam terlebih dulu apa yang menjadi latar belakang dari para pelaku sehingga memarodikan lagu Indonesia Raya

Dia menduga tindakan tersebut hanya sebuah bentuk keusilan khas anak-anak semata. "Anak itu kan semester ini full pakai handphone. Karena untuk belajar melalui daring itu. Ketika belajar daring itu kan pasti anak-anak mencari tahu apa yang diinginkan dan terkadang bisa usil ya. Itu menurut saya bagian dari keusilan mereka," ujarnya.

Muzakir menuturkan, aparat kepolisian seharusnya bisa mengedepankan edukasi dalam mengurusi masalah ini. Dia pun menyayangkan peristiwa ini terlalu digembar-gemborkan.

"Edukasi, semestinya edukasinya yang harus ditonjolkan. Ini kalau digembar-gemborkan seperti ini, masa negara melawan anak seluruh aparat negara dipakai untuk itu. Menurut saya berlebihan, jadi ini anak ya tetap saja hukumnya harus dipahami dalam konteks anak," tutur Muzakir.

Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri telah menangkap dua pelaku pembuat parodi lagu Indonesia Raya. Keduanya merupakan warga negara Indonesia. Pengungkapan kasus dilakukan setelah Tim Siber Bareskrim Polri melakukan kordinasi dengan PDRM.

"Akhirnya dari PDRM berhasil mengamankan satu orang laki-laki yang inisialnya NJ umurnya 11 tahun," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/1/2021).

NJ diamankan oleh PDRM di wilayah Sabah, Malaysia. Dia tinggal di sana bersama dengan orang tuanya yang bekerja sebagai driver di sebuah perkebunan di Sabah, Malaysia.

Dari pengakuan NJ kata Argo, video tersebut dibuat pertama kali bukan oleh dirinya melainkan temannya di Indonesia dengan inisial MDF (16). Ia yang mengunggah pertama kali video parodi berjudul "Indonesia Raya Instrumental (Parody + Lyrics)" kemudian diunggah di YouTube dengan akun "MY Asean".

Polisi kemudian bergerak cepat dan menangkap MDF dikediamannya di Kampung Ciawur, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Kamis 31 Desember 2020 malam. 

Argo menuturkan, NJ dan MDF saling berteman di dunia maya. Keduanya juga sering saling ejek satu sama lain. Namun MDF cukup pandai mengecoh melalui dunia maya.

Editor : Agus Warsudi