Pelajar SMP di Cianjur yang Terjun ke Jurang saat Tawuran Ditemukan Tewas

Antara ยท Sabtu, 25 Januari 2020 - 01:08 WIB
Pelajar SMP di Cianjur yang Terjun ke Jurang saat Tawuran Ditemukan Tewas
Petugas Polres Cianjur mengevakuasi jasad pelajar SMP yang terjun ke jurang saat tawuran. (Foto: Antara)

CIANJUR, iNews.id - Pelajar SMP asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang nekat terjun ke jurang saat tawuran dengan pelajar lain di Kampung Sukamaju, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat, ditemukan tewas dengan luka mengenaskan di bagian kepala, Jumat (24/1/2020).

Evakuasi korban yang dilakukan tim gabungan sempat mengalami kendala karena jurang cukup dalam serta kurangnya penerangan.

Kapolsek Bojongpicung, AKP A Nana Suryadi mengatakan, jasad korban sudah dievakuasi dari dasar jurang dan langsung dibawa ke RSUD Cianjur, untuk keperluan visum. Namun petugas tidak menemukan identitas dari saku baju atau celana korban.

Kapolsek menjelaskan, tewasnya korban berawal ketika dia bersama tiga orang pelajar lainnya berusaha menghindari kejaran kelompok pelajar lainnya yang terlibat tawuran, diduga tidak mengetahui medan, keempat pelajar tersebut melompat ke dalam jurang.

"Mereka tidak menyangka kalau jurang yang mereka lompati memiliki kedalaman hingga 25 meter. Tiga orang berhasil menyelamatkan diri dengan cara bergelantung pada pepohonan," katanya.

BACA JUGA: 4 Pelajar SMP di Cianjur Terjun ke Jurang 15 Meter saat Tawuran, 1 Hilang

Namun satu orang yang lainnya jatuh terhempas ke dasar jurang sedalam 25 meter itu.  Sedangkan dua orang yang berhasil selamat diamankan warga dan dilepaskan, sedang satu orang lainnya diamankan di Mapolsek Bojongpicung.

"Korban tidak memiliki identitas lengkap, namun diduga korban merupakan warga Cipatat Kabupaten Bandung Barat. Saat ini, kami sedang menunggu pihak keluarga yang sudah berhasil dihubungi," katanya.

Hingga menjelang tengah malam jasad korban masih tersimpan di kamar mayat RSUD Cianjur, petugas masih menunggu pihak keluarga untuk dimintai keterangan terkait identitas korban sebelum diserahkan untuk dimakamkan.


Editor : Kastolani Marzuki