4 Pelajar SMP di Cianjur Terjun ke Jurang 15 Meter saat Tawuran, 1 Hilang

Antara ยท Jumat, 24 Januari 2020 - 22:30 WIB
4 Pelajar SMP di Cianjur Terjun ke Jurang 15 Meter saat Tawuran, 1 Hilang
Petugas Polsek Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat menunjukkan lokasi pelajar SMP yang melompat ke dalam jurang untuk menghindari serangan siswa lain. (Foto: Antara)

CIANJUR, iNews.id - Empat pelajar SMP di Cianjur, Jawa Barat nekat melompat ke jurang sedalam 15 meter karena diserang pelajar lain saat tawuran, Jumat (24/1/2020). Tiga pelajar berhasil dievakuasi sedangkan satu lainnya hingga kini masih dalam pencarian petugas gabungan.

Diperoleh informasi, tawuran yang melibatkan dua kelompok siswa SMP itu, terjadi Jumat malam di Kampung Waras, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi. Beberapa orang siswa yang belum diketahui dari SMP mana, terdesak dan berusaha melarikan diri.

"Laporan yang kami dapatkan ada empat orang yang melompat ke dalam jurang karena diserang pelajar lain. Dua orang berhasil naik kembali, satu orang berhasil selamat sampai ke bawah," kata Babinsa Haurwangi Koptu Haryadi.

Dia menduga keempat pelajar SMP itu nekat melompat ke jurang untuk menghindari serangan pelajar lain yang membawa senjata tajam. “Satu orang lainnya hingga saat ini belum ditemukan dan tidak diketahui kondisinya," kata Haryadi.

BACA JUGA:

Disenggol Siswa saat Tawuran, Ibu Tewas Jatuh dari Jembatan Rel Kereta

Jembatan Antardesa Putus, 200 Siswa di Cianjur Tak Bisa ke Sekolah

Hingga malam ini, petugas dari TNI dan kepolisian masih melakukan upaya evakuasi seorang pelajar yang berada di dalam jurang. Belum diketahui nasibnya, namun warga sudah menemukan lokasi jatuhnya siswa tersebut.

"Informasi dari warga yang sempat mengecek ke bawah jurang melihat tubuh pelajar tersangkut di pohon. Namun kondisinya belum dipastikan apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia," katanya.

Saat ini upaya evakuasi pelajar dari dalam jurang tersebut, masih dilakukan karena terkendala medan yang curam dan kurangnya penerangan di lokasi. "Harapan kami korban dapat dievakuasi dengan selamat," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki