Megaproyek Kereta Cepat, Ridwan Kamil Minta Pemerintah Pusat Bangun 5 Flyover 

Agung Bakti Sarasa · Senin, 12 April 2021 - 16:19:00 WIB
Megaproyek Kereta Cepat, Ridwan Kamil Minta Pemerintah Pusat Bangun 5 Flyover 
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat membangun lima flyover seiring percepatan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat membangun sedikitnya lima flyover seiring percepatan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, progress megaproyek tersebut kini telah mencapai 70 persen.

"Arahan dari presiden, di semester II 2022, kereta harus sudah bisa dipakai dari Jakarta ke Bandung, di Padalarang dulu. Dari padalarang menggunakan rel kereta langsung ke Kebon Kawung (Stasiun Bandung)," ungkap Kang Emil di Bandung saat ditemui di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Senin (12/4/2021).

Kang Emil berharap, seiring percepatan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, pemerintah pusat segera membangun flyover untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas. Dia menyebutkan, antara Padalarang hingga Kota Bandung, dibutuhkan sedikitnya lima flyover. 

Apalagi, kata Kang Emil, sebelum jalur kereta cepat dibangun, arus lalu lintas antara Padalarang hingga Kota Bandung kerap macet, khususnya di kawasan perlintasan sebidang antara rel kereta api dengan jalan raya.

"Aspirasi dari saya cuman satu. Sekarang saja tanpa ada kereta api cepat, jalur Padalarang-Bandung itu bikin macet karena ada perlintasan sebidang. Nah, mereka berkomitmen ada lima titik akan dibangun flyover," katanya.

"Sehingga, kalau nanti ada perlintasan tambahan untuk kereta api cepat, frekuensinya bisa per 15 menit atau 20  menit, itu tidak akan mengganggu lalu lintas kendaraan di jalan raya," ujar Kang Emil.

Diketahui, Senin (12/4/2021) pagi, Kang Emil mendampingi Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Depo Kereta Cepat Jakarta- Bandung di Tegalluar, Kabupaten Bandung.

Namun, seusai melakukan peninjauan, Luhut dan Budi langsung bergegas tanpa memberikan keterangan kepada wartawan. 

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi menyatakan bahwa Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta PT KCIC terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya jika ada hambatan yang sulit diselesaikan. 

Terlebih, kata dia, proyek ini harus segera selesai karena masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri meminta proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa rampung dan mulai digunakan pada semester II tahun 2022. 

"Sejauh ini, pengerjaan proyek sudah hampir 70 persen. Sisanya, diupayakan rampung dalam dua tahun pembangunan," kata Dwiyana.

Editor : Asep Supiandi