Jelang Puasa, Warga KBB dan Cimahi Serbu Pasar Tradisional

Adi Haryanto · Senin, 12 April 2021 - 12:41:00 WIB
Jelang Puasa, Warga KBB dan Cimahi Serbu Pasar Tradisional
Warga tampak memadati pasar di kawasan Padalarang, KBB, untuk mencari kebutuhan makanan khususnya daging dan ayam. (Foto: MPI/Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Sehari menjelang bulan suci Ramadan 1442 Hijriah/2021, sejumlah warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi menyerbu pasar-pasar tradisional. Mereka mencari kebutuhan berbagai komoditas khususnya daging untuk mempersiapkan makanan hari pertama puasa.

Berdasarkan pantauan, warga tampak antusias berbondong-bondong memenuhi pasar tradisional seperti di kawasan Padalarang. Sejumlah kios dipadati masyarakat yang akan membeli kebutuhan makanan seperti daging sapi dan daging ayam. 

Salah seorang pengunjung, Yanti (28) mengatakan, sengaja belanja ke pasar untuk persiapan munggahan. Dia rencana membeli daging sapi untuk disajikan pada hari pertama puasa untuk keluarganya. Itu sudah jadi kebiasaan keluarganya saat jelang puasa dan Lebaran.

"Biasanya saya belanja di tukang sayur, cuma karena mau munggahan sengaja langsung ke pasar supaya banyak pilihan dan harga bisa lebih murah," ucapnya saat ditemui di Pasar Padalarang, Senin (12/4/2021).

Hal yang sama juga terlihat di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi. Semua warga mengaku berbelanja kebutuhan untuk keperluan sahur dan buka puasa di hari pertama puasa. "Memang biasanya kalau mau puasa itu kita belanja lebih banyak, ini sudah semacam tradisi. Buat persiapan sahur dan buka puasa pertama," kata warga Cipageran, Cimahi, Ratih (23). 

Kepala UPTD Pasar Kota Cimahi, Syahrizal Yusuf mengatakan, pengunjung menjelang bulan Ramadan ke pasar tradisional mengalami peningkatan sekitar 60 persen. Beberapa komoditas kebutuhan pokok masyarakat juga mengalami kenaikan seperti daging sapi, daging ayam, sayuran, dan bumbu-bumbu. 

"Pengunjung ke Pasar Atas ini ada peningkatan sekitar 50-60 persen. Kebanyakan pengunjung mengincar ke zona basahan atau daging-dagingan. Untuk harga ada kenaikan untuk beberapa komoditas dan wajar karena memang ada kenaikan permintaan," tuturnya. 

Editor : Asep Supiandi