Sekeluarga di Kadupandak Cianjur Puluhan Tahun Alami Kelumpuhan

Asep Supiandi · Senin, 12 April 2021 - 11:52:00 WIB
Sekeluarga di Kadupandak Cianjur Puluhan Tahun Alami Kelumpuhan
Pengurus Yayasan Insan Firdaus Bekasi saat memberikan bantuan terhadap kelurga yang mengalami kelumpuhan di Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, Cianjur. (Foto: Istimewa)

CIANJUR, iNews.id - Satu keluarga di RT 01/01 Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, mengalami kelumpuhan. Mereka merupakan ibu dan lima anak-anaknya mengalami kelumpuhan selama puluhan tahun lalu.

Mereka adalah Ny Rupiah (56), Yayah, Patimah, Salamah, Saepudin dan Omo. Selama ini, keenam bersaudara ini hanya bisa terbaring dan tinggal dalam satu rumah bilik serta hanya diurus oleh salah seorang kerabat terdekat yang sehat.        

Ketua Yayasan Insan Firdaus Bekasi, Asep Rohman, mengatakan, kondisi keluarga tersebut sangat memprihatinkan. Sehari-hari mereka hanya bisa berbaring tanpa melakukan aktivitas apapun, sedangkan kebutuhan pokok disuplai kerabat yang masih sehat. Selama ini sejumlah bantuan sudah banyak diberikan, termasuk dari Yayasan Insan Firdaus Bekasi.

"Awalnya kita mendapat laporan adanya keluarga yang lumpuh di Kadupandak Cianjur. Setelah kami cek ternyata benar, kami sempat mendrop bantuan yang digalang dari para donatur ke sana. Salah satunya memberikan kursi roda," kata Asep Rohman kepada MNC Portal Indonesia, Senin (12/4/2021).

Dia menyebutkan, berdasarkan keterangan pasien, kelumpuhan itu karena mengidap parkinson, yakni penyakit yang menyerang simpul saraf.
 Sehingga beberapa bagian tubuh tidak bisa digerakan secara normal. Kondisi seperti itu sudah mereka alami sejak puluhan tahun yang lalu.

"Jangankan untuk berdiri, sekadar duduk saja mereka gemeteran. Kami sangat prihatin dengan kondisi mereka seperti itu," ujarnya.

Upaya lain yang dilakukannya, pihaknya sedang berusaha mencari obat agar mereka bisa sembuh. Sebab, apapun penyakitnya pasti ada obatnya, termasuk penderitaan keluarga ini pasti sembuh asalkan terus berdoa dan berusaha maksimal.   

Editor : Asep Supiandi