Longsor Cianjur, Kepekaan Aparat Desa Terhadap Tanda Alam Selamatkan 214 Warga

Asep Supiandi, Mochamad Andi Ichsysan · Jumat, 04 Juni 2021 - 15:55:00 WIB
Longsor Cianjur, Kepekaan Aparat Desa Terhadap Tanda Alam Selamatkan 214 Warga
Warga Kampung Cingkeuk, Desa Cobokor, Kecamatan Cibeber, Cianjur mengungsi ke Majlis Taklim As-salam lantaran perkampungan mereka diterjang longsor. (Foto: BPBD Cianjur)

CIANJUR, iNews.id - Kepekaan aparat desa dan Relawan Tanggap Bencana (Retana) terhadap tanda-tanda alam sebelum longsor menerjang Kampung Cingkeuk, Desa Cobokor, Cianjur, patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, dengan kesigapan mereka, sebanyak 214 jiwa selamat dari terjangan longsor yang terbilang besar itu.

Menurut Camat Cibeber, Ali Akbar, hujan yang menguyur sejak Kamis (3/6/2021) sore hingga Jumat, (4/6/2021) dini hari, menyebabkan tebing sebuah bukit longsor. Namun para ketua RT dan RW sudah bergerak cepat dengan mengungsikan warga ke tempat aman begitu melihat adanya aliran air cukup deras dari atas bukit ke permukiman. 

Tidak hanya itu, kesadaran dan pemahaman warga akan kebencanaan terbilang cukup baik. Sehingga begitu ada imbauan mengungsi, mereka segera berkemas dan meninggalkan rumahnya. 

"Imbauan mengungsi dari para ketua RT, RW dan relawan bencana diintensifkan begitu hujan turun semalaman. Warga pun menuruti imbauan itu untuk mengungsi ke Majlis Taklim As-Salam. Setelah semuanya sudah mengungsi, longsor pun terjadi," kata Ali kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (4/6/2021).

Longsor terjadi pada tebing setinggi 70 meter dan lebar 50 meter. Lokasi Kampung Cingkeuk yang berada di bawah secara otomatis menjadi wilayah terdampak. Sebanyak lima rumah rata dengan tanah, 12 rumah rusak ringan dan 15 rumah terancam. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan. 

Ali juga mengimbau kepada warga yang masih berada di sekitar area longsor untuk segera mengungsi. Karena khawatir terjadi longsoran susulan. 

"Kebutuhan pengungsi saat ini adalah perlengkapan balita. Karena dari semua pengungsi terdapat lima balita," ucap dia. 

Editor : Asep Supiandi